BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Kabupaten Brebes, Jawa Tengah kembali diterjang banjir tahunan setelah Sungai Cisanggarung dan Pemali meluap akibat hujan deras sejak Rabu (11/2/2026) malam hingga Kamis (12/2/2026) dini hari. Ribuan keluarga terdampak, ratusan rumah terendam, dan aktivitas warga lumpuh di sejumlah kecamatan.
BPBD Brebes mencatat 3.471 KK terdampak. Luapan Sungai Pemali merendam Desa Bojong dan Kebogadung di Kecamatan Jatibarang (373 KK), serta Desa Jatimakmur dan Songgom di Kecamatan Songgom (340 KK/1.197 jiwa). Sementara luapan Sungai Cisanggarung menggenangi Desa Randusari (1.269 KK), Losari Kidul (989 KK), dan Pekauman (500 KK) di Kecamatan Losari.
“Data masih bersifat dinamis karena pendataan terus dilakukan di lapangan,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Brebes, Wibowo Budi Santoso.
Air mulai masuk permukiman sekitar pukul 04.00 WIB dengan ketinggian 30–80 cm. “Hingga pagi air masih menggenangi pemukiman warga, meskipun sudah mulai berangsur surut. Kami terus melakukan koordinasi lintas sektor,” kata Camat Losari, M. Faizin.
Sejumlah warga mengaku panik karena air datang cepat. “Air masuk begitu cepat, kami hanya sempat memindahkan barang penting,” ujar Suti (67), warga Dukuh Bayur, Desa Bojong.
BPBD bersama PMI, TNI-Polri, dan relawan mengevakuasi warga serta mendirikan dapur umum. Bantuan logistik berupa makanan, selimut, air bersih, dan obat-obatan mulai disalurkan.
Wakil Bupati Brebes, Wurja, meninjau tanggul kritis di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari. “Ini sangat membahayakan warga. Kami sudah koordinasi agar segera dibuat tanggul darurat menggunakan dolken dan karung berisi pasir,” ujarnya.
Banjir berulang ini kembali menyorot BBWS Cimanuk – Cisanggarung di bawah Kementerian PUPR untuk lebih maksimal dalam melakukan normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, dan penguatan tanggul permanen.
Selain merendam rumah, banjir juga melumpuhkan ekonomi warga. Warung tutup, sekolah diliburkan, dan akses jalan desa terputus. Dinas Kesehatan mengingatkan potensi penyakit pascabanjir seperti diare, ISPA, dan penyakit kulit. BPBD mengimbau warga tetap waspada karena hujan masih berpotensi turun.
Banjir kali ini kembali menjadi pengingat bahwa penanganan darurat saja tidak cukup. Warga berharap ada langkah konkret dan terintegrasi antara pemerintah daerah dan pusat agar banjir tahunan tidak terus menjadi siklus berulang setiap musim penghujan.










