BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA-ID – Pemerintah Kabupaten Brebes mencatat capaian besar sepanjang tahun 2025 dengan merehabilitasi 919 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga miskin. Program ini digulirkan di era kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma dengan total anggaran Rp17,318 miliar. Dana berasal dari APBN, APBD Provinsi Jawa Tengah, APBD Kabupaten Brebes, serta dukungan CSR dan lembaga sosial.
Program rehabilitasi RTLH ini tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, program ini juga diharapkan mampu mengangkat martabat warga miskin yang selama ini tinggal di rumah tidak layak. Dengan hunian yang lebih sehat dan aman, masyarakat bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman dan produktif.
Kepala Dinperwaskim Brebes, Laode Vindar Aris Nugroho, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai rehabilitasi 919 unit RTLH merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Sebanyak 919 unit RTLH telah ditangani sebagai upaya peningkatan kualitas kawasan permukiman sepanjang tahun 2025. Ini merupakan capaian yang sangat baik. Ke depan kami berharap semakin banyak rumah tidak layak huni yang dapat ditangani, sehingga Kabupaten Brebes dapat terbebas dari RTLH,” ujarnya, Senin (28/12/2025).
Adapun rincian program meliputi 511 unit dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang tersebar di 17 kecamatan, 98 unit dari APBD Kabupaten Brebes dengan fokus di Kampung Adat Jalawastu, Brebes Barat, dan kawasan kumuh, serta 67 unit dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di Desa Kedunguter ditambah 10 unit peningkatan kualitas hunian. Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PKP menyasar 20 unit di Desa Malahayu.
Selain itu, anggaran Penanganan Bencana Dinperwaskim terealisasi untuk 20 unit RTLH. Bantuan juga datang dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah sebanyak 7 unit, BAZNAS Kabupaten Brebes 17 unit, CSR Bina Marga Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah 10 unit, serta Bank Jateng yang menyalurkan 72 unit dari anggaran tahun 2024 yang direalisasikan pada 2025.
Disisi lain, Kepala Bidang Perumahan Rakyat Dinperwaskim, Mohamad Tolani atau Ujang, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar angka di atas kertas. Menurutnya, setiap rumah yang diperbaiki adalah simbol perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil.
“Kami berharap program ini dapat memberikan dampak signifikan dalam peningkatan kualitas hunian masyarakat Kabupaten Brebes,” katanya.
Dengan adanya program ini, Pemkab Brebes berharap kualitas hidup masyarakat semakin meningkat. Hunian layak bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga fondasi bagi kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga.
“Rehabilitasi RTLH menjadi bukti bahwa pembangunan yang berorientasi pada rakyat kecil tetap menjadi prioritas di era kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma,” pungkasnya.
Capaian ini menunjukkan adanya sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga sosial, dan dunia usaha. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi kunci keberhasilan dalam menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.










