REJANG LEBONG (BENGKULU), SUARAPANCASILA.ID — Suasana di Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah,mendadak berubah mencekam pada Jumat (9/01/2026)sekitar pukul 14.00 WIB. Hujan yang turun cukup lebat sejak siang membuat aliran siring di sekitar Danau Poong mengalir deras. Ditengah kondisi tersebut, jerit histeris seorang ibu tiba-tiba memecah keheningan permukiman warga.
Tangisan pilu itu berasal dari ibu bocah bernama Isnati Husnaini binti Muhammad Yasir, bocah perempuan berusia 8 tahun, warga Blok D Nomor 9 Kelurahan Air Bang, yang diduga hanyut saat bermain di sekitar siring sekitar pukul 14.00 WIB. Korban terakhir terlihat mengenakan pakaian berwarna pink.
Warga sekitar yang mendengar jeritan tersebut langsung berhamburan keluar rumah. Beberapa tetangga berupaya menenangkan sang ibu yang terus menangis histeris, sementara warga lainnya spontan menyusuri siring dan aliran air sambil memanggil nama korban. Namun derasnya arus akibat hujan membuat pencarian awal berlangsung sulit.
Sejumlah tetangga laki-laki yang baru pulang melaksanakan salat Jumat turut turun ke lokasi,menyusuri area sekitar titik awal kejadian dengan peralatan seadanya. Meski telah menyisir tepian siring dan aliran air di sekitar lokasi, korban belum berhasil ditemukan.
Melihat situasi semakin genting, warga kemudian menghubungi aparat kelurahan dan instansiterkait. Laporan diteruskan ke tim SAR gabungan yang terdiri dari Satpol PP, BPBD, Damkar,Dinas Sosial, Basarnas, serta unsur TNI dan Polri. Camat Curup Tengah dan Lurah Air Bang juga langsung turun ke lokasi untuk melakukan koordinasi.
Sore jumat, Bupati Rejang Lebong H.M. Fikri Thobari SE MAP bersama Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan turun langsung. Keduanya tidak hanya memantau, tetapi langsung turun ke lapangan, bergabung bersama tim SAR dan warga dalam proses pencarian.
Bupati dan Ketua DPRD bahkan ikut melakukan penyisiran lanjutan hingga ke Danau Suro,Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang. Hingga pukul 20. 00 WIB, Bupati dan Ketua DPRD masih di lokasi memandu proses pencarian.
Sementara itu, tim SAR lainnya dibagi ke sejumlah titik pencarian sepanjang aliran air, mulai dari Jembatan Air Merah, Jembatan Air Putih, hingga titik-titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.
Hingga pukul 20.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan. Menyikapi hal tersebut, Bupati Rejang Lebong menginstruksikan agar pencarian terus dilakukan secara maksimal,terkoordinasi, dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) tim SAR, hingga korban ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia.
Di sela-sela pencarian, Bupati Fikri menyampaikan doa serta dukungan moril kepada keluarga korban yang masih diliputi kepanikan dan duka mendalam.
“Kami berdoa semoga Allah SWT memberikan perlindungan dan kemudahan dalam pencarianini. Jika Allah berkehendak, kami berharap adik kita dapat ditemukan dalam keadaan selamat.Namun apa pun hasilnya nanti, semoga keluarga diberi ketabahan dan kekuatan,” ujar Bupati.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Rejang Lebong untuk turut mendoakan agar proses pencarian berjalan lancar dan korban segera ditemukan.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat. Ini bukan hanya duka keluarga, tetapi duka kita bersama. Mari kita kuatkan ikhtiar ini dengan doa,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Curup Tengah, Mardiana, SKM, MM, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa sejak sore hingga malam hari, tim gabungan bersama masyarakat masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Air Bang dan titik-titik rawan lainnya.
“Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Damkar, serta unsur terkait lainnya dibantu masyarakat setempat masih terus melakukan pencarian. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar adik kita segera ditemukan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan seluruh unsur terkait dan dukungan penuh masyarakat setempat.(mcrl/dero)










