SERANG (BANTEN) – SUARAPANCASILA.ID – Camat Ciruas, Yuli Saputra, menunjukkan respons cepat dengan mengunjungi Sri Rahayu, warga Kampung Cembeh, RT 02/RW 01, Desa Ciruas, yang viral rumahnya roboh akibat cuaca ekstrem. Dalam kunjungannya, Camat menyerahkan bantuan berupa sembako sebagai bentuk kepedulian awal terhadap korban musibah tersebut, Jum’at 16/01/25.
Meski bantuan dari pihak kecamatan telah diterima, suasana haru di kediaman Sri Rahayu masih menyisakan kekecewaan mendalam. Kekecewaan tersebut diarahkan kepada Kepala Desa (Lurah) Ciruas, Darja Acong, yang hingga kini belum menampakkan batang hidungnya untuk melihat kondisi beberapa warganya yang sedang tertimpa bencana.
Sri Rahayu secara terang-terangan menyayangkan sikap abai yang ditunjukkan oleh pemimpin tingkat desanya tersebut. Menurutnya, ketidakhadiran lurah dalam musibah ini seolah mempertegas kurangnya empati pemimpin desa terhadap masyarakat kecil.
“Saya sangat menyayangkan sikap Bapak Lurah Darja Acong yang tak kunjung datang. Jangankan ada warga kena musibah rumah roboh, ada warga yang meninggal dunia saja dia jarang datang untuk tahlilan, kecuali kalau yang meninggal itu kerabat dekatnya sendiri,” ungkap Sri Rahayu dengan nada kecewa.
Kekecewaan Sri Rahayu ternyata juga memicu reaksi dari warga sekitar. Ketidakhadiran lurah di tengah masa sulit ini membuat warga mulai mempertanyakan tata kelola pemerintahan Desa Ciruas secara keseluruhan, terutama terkait pengelolaan Dana Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dinilai tidak transparan.
Warga merasa bahwa anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk kesejahteraan dan penanggulangan masalah di desa tidak dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mempertanyakan kemana larinya Dana Desa dan bagaimana pengelolaan BUMDes selama ini. Semuanya tidak transparan. Saat ada warga yang benar-benar butuh bantuan karena bencana seperti ini, desa seolah lepas tangan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Melalui kejadian ini, warga Kampung Cembeh berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Pemerintah Desa Ciruas. Masyarakat menuntut pemimpin yang tidak hanya hadir saat ada kepentingan, tetapi benar-benar hadir di tengah rakyat dalam keadaan suka maupun duka.
Hingga berita ini dimuat, awak media masih berusaha menghubungi pihak Lurah Desa Ciruas via WhatsApp tidak aktif, untuk mendapatkan klarifikasi terkait keluhan warga dan isu transparansi anggaran tersebut.










