ROKAN HILIR (RIAU) -SUARAPANCASILA.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mengalihkan kegiatan belajar mengajar tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah mulai ini Kamis, 8 Oktober 2026 sampai dengan Sabtu 10 Oktober 2026, akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Keputusan ini diambil berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia nomor 20 tahun 2026 tentang penyelenggaraan layanan pendidikan pada satuan pendidikan di daerah terdampak asap karhutla.
“Berdasarkan surat tersebut, kami juga membagikan surat edaran nomor 420/DISDIKBUD/2026/1247 Penyelenggaraan Pendidikan Terdampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan,” ungkap Plt. Kepala Disdikbud Kabupaten Rokan Hilir, Riwansyah Azhari.
Setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak maka diambil keputusan sebanyak 18 kecamatan yang ada di Rohil diberhentikan pembelajaran proses tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh demi keselamatan dan kesehatan satuan kependidikan beberapa hari ke depan sembari kita memantau perkembangan kualitas udara.
Ia meminta pihak sekolah dan orang tua tetap memastikan anak-anak mengikuti proses pembelajaran dari rumah dengan baik.
“Kami tetap menekankan kepada tenaga kependidikan dan orang tua murid untuk memperhatikan anak-anak agar melakukan pembelajaran jarak jauh, baik melalui metode daring maupun metode pembelajaran lainnya,”katanya.
Sementara itu, di tingkat Kecamatan Balai Jaya, kebijakan tersebut ditindaklanjuti melalui Surat Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Bangko Nomor 420/KORWIL-18/2026/076.
Dalam surat tersebut, satuan pendidikan TK/PAUD, SD dan SMP diminta menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar secara tatap muka mulai Kamis, 8 Oktober 2026 sampai Sabtu, 10 Oktober 2026.
Selama pembelajaran tatap muka dihentikan, proses pendidikan tetap berjalan melalui pembelajaran dari rumah. Sekolah juga diminta tidak memberikan beban tugas yang berlebihan kepada peserta didik maupun orang tua.
Orang tua atau wali murid juga diimbau untuk membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah selama kondisi kualitas udara belum membaik.
Disdikbud Rohil akan terus memantau perkembangan kondisi udara sebelum menentukan kapan kegiatan pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan di sekolah.
Aktivitas belajar tetap berjalan melalui PJJ hingga ada perkembangan lebih lanjut terkait kondisi kualitas udara.











