BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Usai melantik Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kersana, Paguyangan, dan Banjarharjo, Ketua TP PKK Kabupaten Brebes Akhmad Saeful Anshori yang akrab disapa Mas Asep menegaskan kembali terkait kerja nyata yang selama ini dilakukan tim gerakan PKK di lapangan.
“PKK itu hidup dari kedekatannya dengan masyarakat. Dari rumah ke rumah, dari dapur ke dapur, dari Posyandu ke Posyandu,” ujar Asep seusai pelantikan di Aula Kecamatan Kersana, Selasa (3/2/2026).
Baginya, pelantikan tiga TP PKK kecamatan tersebut bukanlah garis awal, melainkan penegasan atas perjalanan panjang yang sudah berlangsung. Kerja PKK, menurut Asep, dimulai dari kehadiran yang konsisten di tengah keluarga.
Di banyak desa di Kabupaten Brebes, kader PKK dan Posyandu telah menjadi bagian dari keseharian warga. Mereka hadir mendampingi ibu hamil, memastikan balita rutin ditimbang, membantu mengisi buku KIA, hingga mengingatkan jadwal Posyandu agar tidak terlewat. Pendekatan sederhana dan personal membuat warga merasa dirangkul, bukan diarahkan dari atas.
Pendekatan inilah yang membuat Posyandu di sejumlah wilayah kembali aktif. Warga datang bukan karena kewajiban administratif, tetapi karena merasa diterima dan dibantu. “Keduanya tidak bisa dipisahkan. PKK menguatkan keluarga dari sisi sosial dan ekonomi, Posyandu menjaga kesehatan ibu dan anak. Kalau berjalan bersama, dampaknya terasa,” kata Asep.
Kerja konsisten dan dekat dengan warga ini ikut berkontribusi pada membaiknya kondisi kesehatan keluarga di Brebes. Deteksi dini kehamilan berisiko, pendampingan ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang balita membuat berbagai persoalan dapat ditangani lebih cepat. Upaya tersebut berdampak pada penurunan kasus kematian ibu dan anak secara bertahap, serta pengendalian stunting yang semakin terarah.
“Yang kita lakukan bukan menginstruksikan, tapi menemani. Ketika keluarga merasa ditemani, perubahan itu datang dengan sendirinya,” ujar Asep.
Selain kesehatan, PKK Brebes juga aktif menguatkan ekonomi keluarga. Melalui pelatihan keterampilan sederhana dan pemanfaatan potensi lokal, ibu-ibu didorong mengembangkan usaha rumahan yang menopang kebutuhan keluarga. Menurut Asep, keluarga yang lebih berdaya secara ekonomi akan lebih siap menjaga kesehatan dan pendidikan anak-anaknya.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Sekda Brebes Subandi menegaskan, kerja PKK dan Posyandu selama ini telah menjadi bagian penting dari penguatan layanan dasar keluarga.
“Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi bagian dari ikhtiar bersama yang selama ini telah dijalankan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kualitas pelayanan dasar masyarakat,” ujarnya.
Bupati menilai, pendekatan PKK dan Posyandu yang langsung menyentuh keluarga membuat berbagai program layanan dasar lebih efektif. Posyandu aktif membantu deteksi dini masalah kesehatan, sementara PKK memastikan pendampingan berlanjut hingga ke rumah tangga.
“Kolaborasi antara PKK, Posyandu, pemerintah kecamatan, dan desa sebagai kunci keberlanjutan layanan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Asep menyampaikan, bahwa pelantikan tiga TP PKK kecamatan ini dipandang sebagai penguatan semangat kolektif. Bukan untuk memulai sesuatu yang baru, tetapi merawat dan memperluas kerja yang telah hidup di tengah masyarakat.
“Kerja PKK bukan kerja seremonial. Ia hidup di keseharian warga. Selama kita menjaga itu, manfaatnya akan terus dirasakan,” kata Asep.
Dengan pengalaman para kader dan dukungan kebijakan pemerintah daerah, Asep optimistis PKK dan Posyandu di Brebes akan terus memberi kontribusi nyata bagi penguatan keluarga.
“Dengan kebersamaan dan komitmen, saya yakin PKK dan Posyandu di Kabupaten Brebes akan semakin kuat dan berdampak nyata bagi kesejahteraan keluarga hingga ke desa-desa,” pungkasnya.
Dari dapur warga hingga Posyandu desa, jejak kerja Tim Penggerak PKK Brebes terus menyala dengan pelan, konsisten, dan penuh empati. Sebuah kerja yang tumbuh bersama masyarakat, bukan berdiri di atasnya.










