BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Ribuan warga tumpah ruah di Alun-alun Brebes, Jumat (16/1/2026) malam. Mereka larut dalam lantunan doa dan zikir pada Pengajian Akbar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar sekaligus memperingati Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-348.
Sejak acara dimulai pukul 19.30 WIB, suasana religius langsung terasa. Tausiyah Ustadz Wijayanto membuat jamaah terhanyut. “Ulang tahun kok ada istighosah dan pengajian, ini tanda keberkahan akan turun di tempat ini (Brebes),” katanya. Ucapan itu langsung disambut lantunan “amin” para jamaah yang memenuhi lapangan.

Momen semakin haru ketika ribuan warga serentak menyalakan lampu HP mereka. Cahaya putih berkelip di tengah gelap malam, membuat Alun-alun Brebes seakan berubah menjadi lautan cahaya. Pemandangan itu menambah aura kebersamaan, seolah doa yang dipanjatkan naik bersama cahaya ke langit.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma juga menyampaikan pesan penting. “Malam ini kita memperingati Isro Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam sekaligus Hari Jadi Kabupaten Brebes. Di tengah berbagai tantangan kehidupan dan pembangunan daerah, kita diajak untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Memohon ampun, memohon pertolongan, dan keberkahan bagi daerah serta masyarakat Kabupaten Brebes,” ujarnya.
Paramitha menegaskan, peringatan hari jadi ke-348 bukan sekadar seremoni. “Peringatan hari jadi Kabupaten Brebes ke tiga ratus empat puluh delapan (348), menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjalanan panjang daerah ini tidak terlepas dari doa, perjuangan, dan keteladanan para pendahulu khususnya para ulama dan tokoh agama. Oleh karena itu, doa para ulama malam ini kekuatan spiritual yang sangat penting dalam mengiringi langkah pembangunan daerah kita tercinta ini,” ucapnya.
Suasana Alun-alun makin semarak. Jamaah dari berbagai kecamatan duduk beralaskan tikar dan sajadah, mengikuti istighosah yang dipimpin ulama sepuh. Setiap doa yang dipanjatkan, ribuan suara serentak menjawab “amin”, sementara cahaya lampu HP terus berkelip, menciptakan pemandangan yang tak biasa.
Tak hanya itu, pedagang kaki lima juga ikut meramaikan. Mereka menjakalan makanan dan minuman, hingga sate blengong yang menjadi buruan warga. Kehadiran mereka menambah nuansa kerakyatan yang khas setiap perayaan di Brebes.
Bagi warga, acara ini bukan sekadar pengajian. “Rasanya adem sekali, doa bersama seperti ini membuat hati tenang. Semoga Brebes semakin maju,” kata Siti, salah satu jamaah yang datang bersama keluarganya.
Dengan pesan-pesan yang disampaikan Ustadz Wijayanto dan Bupati Paramitha, peringatan HUT ke-348 Kabupaten Brebes malam ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga peneguhan bahwa pembangunan daerah membutuhkan fondasi spiritual. Doa para ulama dan masyarakat diyakini sebagai energi moral yang akan mengiringi langkah Brebes menuju masa depan yang lebih baik.










