BADUNG,NUSANTARAMURNI.com– Di tengah pusaran politik yang sering kali dipenuhi dengan retorika kompetitif dan manuver elektoral, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Badung menorehkan jejak yang berbeda. Pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025, sebuah kegiatan filantropis digelar di Jalan Raya Abianbase No. 71, Mengwi, Badung-Bali. Acara donor darah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah pernyataan simbolis yang mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan di atas kepentingan politik.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Ketua DPC Partai Demokrat Badung, Drs. I Made Sunarta, M.M., M.Si. Mengusung tema yang sarat makna, “Setetes Darahmu Penyambung Bagi Sesama,” acara ini berhasil menarik lebih dari 50 peserta, termasuk kader partai dan masyarakat umum. Kehadiran masyarakat luas dalam kegiatan ini menunjukkan adanya ruang interaksi yang melampaui sekat-sekat ideologis, di mana kemanusiaan menjadi titik temu universal.
Made Sunarta, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Badung, dalam sambutannya menekankan urgensi kontribusi ini. “Donor darah ini sangat penting,” ujarnya, “karena setiap tetes darah yang disumbangkan adalah harapan hidup bagi mereka yang membutuhkan.” Pernyataan ini menegaskan bahwa inti dari kegiatan ini adalah kepedulian tulus terhadap sesama, bukan sekadar agenda pencitraan politik.
Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Partai Demokrat dengan tema besar “Demokrat Mengawal Pembangunan untuk Indonesia Maju dan Sejahtera.” Melalui kegiatan ini, Partai Demokrat Badung berupaya menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan sosial dan humanis. Ini adalah sebuah upaya untuk mengukuhkan citra partai sebagai entitas yang peduli dan dekat dengan rakyat.
Dalam kesempatan yang sama, Made Sunarta juga menyampaikan himbauan penting terkait stabilitas sosial di Bali. “Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban di Bali, karena Bali ini di pariwisata,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan pemahaman mendalam bahwa stabilitas sosial adalah prasyarat fundamental bagi keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian Pulau Dewata. Ini adalah contoh bagaimana seorang politisi mampu menjembatani isu-isu politik dengan realitas ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat.
Apresiasi terhadap inisiatif ini datang dari berbagai pihak. I Putu Leo Suryadipa, S.H., M.Kn., seorang tokoh muda dan akademisi, memberikan sanjungan atas langkah nyata Partai Demokrat Badung. “Saya mengapresiasi kegiatan donor darah dan langkah-langkahnya untuk masyarakat kita yang membutuhkan,” ucapnya. Putu Leo juga memberikan semangat kepada partai berlambang bintang Mercy tersebut: “semangat selalu Demokrat, solid dan semakin maju.”
Uniknya, kegiatan ini berhasil melampaui narasi politik partisan. Sejumlah peserta donor darah, yang merupakan warga biasa, memberikan testimoni yang mencerminkan pandangan netral. “Kegiatan donor darah ini merupakan hal mulia yang diselenggarakan oleh Demokrat, terlepas dari politik,” ujar salah satu warga. Pernyataan ini menggarisbawahi bagaimana kegiatan sosial yang tulus mampu menciptakan ruang di mana politik diletakkan di bawah nilai-nilai kemanusiaan.
Kedekatan Made Sunarta dengan masyarakat juga menjadi sorotan. Putu, seorang warga yang hadir, mengungkapkan, “Memang Made Sunarta ini semenjak menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Badung bersosialisasi dan sosial kepada masyarakat.” Ia menambahkan bahwa hal tersebut terlihat jelas dari koneksi emosional dan kontribusi sosial yang nyata, yang merupakan tolok ukur kepemimpinan yang efektif.
Pada dasarnya, acara donor darah ini adalah sebuah alegori. Ia menunjukkan bahwa di balik layar politik yang penuh intrik, masih ada ruang bagi gestur filantropis yang tulus. Kegiatan ini tidak hanya berhasil mengumpulkan stok darah untuk Palang Merah Indonesia, tetapi juga mengukuhkan citra Partai Demokrat sebagai entitas yang peduli dan dekat dengan rakyat. Ini adalah sebuah pengingat bahwa politik, dalam esensinya, adalah tentang pelayanan, dan pelayanan yang paling murni adalah yang diberikan tanpa syarat.
AR81