Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia Gelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 di Universitas Brawijaya

Denny.W

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID– Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Kamis (06/02/2025).

Acara ini dihadiri oleh pengurus, dewan pengawas, akademisi, serta perwakilan perguruan tinggi vokasi dari seluruh Indonesia. Rakernas ini bertujuan untuk merumuskan kebijakan strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi guna meningkatkan daya saing global dan relevansi dengan dunia industri.

Rakernas dihadiri oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Widodo, S.Si., M.Si.; Ketua Dewan Pengawas FPTVI, Prof. Husna Prawoto Sudjati; Ketua Umum FPTVI, Prof. Dr. Ir. Muhammad UNP; Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Deni Bandara Jaya; serta pakar teknologi, Insinyur Onno W. Purbo, yang hadir sebagai narasumber utama.

Bacaan Lainnya

Rakernas membahas berbagai tantangan dan strategi pengembangan pendidikan vokasi, meliputi pembaruan kurikulum agar menyesuaikan dengan tren global dan kebutuhan industri, inovasi dan digitalisasi guna mendorong pembelajaran berbasis praktik serta pemanfaatan teknologi, pengembangan program studi baru yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja, serta penguatan kemitraan dengan dunia usaha untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa vokasi.

Universitas Brawijaya dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan vokasi dan menjadi tempat deklarasi FPTVI delapan tahun lalu. Pemilihan UB diharapkan memperkuat sinergi antarperguruan tinggi vokasi di Indonesia.

Rektor UB, Prof. Widodo, menegaskan komitmen UB dalam mendukung pendidikan vokasi.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi dan dunia industri adalah kunci dalam mencetak lulusan yang berdaya saing global,” tuturnya.

Denny.W

Sementara itu, Ketua Umum FPTVI, Prof. Muhammad UNP, menambahkan bahwa forum ini harus menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan ekonomi nasional.

“Kami berharap Rakernas ini dapat menghasilkan kebijakan dan program kerja konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, memperkuat daya saing lulusan, serta mendorong inklusivitas dan inovasi di dunia pendidikan vokasi Indonesia,” tambahnya.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama para pimpinan perguruan tinggi vokasi, narasumber, dan peserta Rakernas. Dengan terselenggaranya Rakernas ini, diharapkan pendidikan vokasi di Indonesia semakin maju dan siap menghadapi tantangan global.

 

Pewarta : Doni Kurniawan

Editor : Denny W

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *