Hasil Dari Gelar Aksi Demo Kedua Kalinya ke PT. GH EMM Indonesia dan PT. MPC , Sangat Mengecewakan Belum ada Kesepakatan Terdampak Limba

MUARA ENIM, SUARAPANCASILA.ID- Ratusan warga Aksi demo Tuntut soal limbah yg merusak puluhan hektar kebun karet dan mengotori sungai Penimur , dan ratusan aksi demo ini berasal dari tiga desa, gunung kemala, tanjung telang dan payu putat warga lakukan aksi demo ini yang ke dua kali nya ke perusahaan PT. GHEMMI dan PT. MPC, Sabtu 20/1/2024

Salah satu dari pemilik lahan Bapak M Kosen yang terkena dampak limbah produksi batu bara PT GHEMMI dan PT MPC dia menyampaikan ketidak puasan terhadap keputusan hasil mediasi sore kemarin dari pihak perusahaan hanya mampu membayar Rp 500.000 perhektar dan M Kosen bersama pihak lain yang terkena dampak limbah batu bara akan mengajukan banding ulang untuk mediasi selanjutnya ke kantor bupati Muara Enim.

Dan Banyak warga yang mengeluh Karena limbah produksi batu bara PT. GHEMMI dan PT.MPC, dan menurut warga ke tiga desa tersebut sudah sangat resah, menurut Bayumi salah satu warga dari gunung kemala mengatakan air sungai di desa kami tidak bisa di pergunakan lagi untuk mandi dan mencari ikan.

Bacaan Lainnya

Sungai menjadi lumpur hidup, membuat tanaman karet di kebun mati akibat dampak limbah batu bara di aliran Sungai Penimur,” tambahnya.

Aksi demo ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan setelah sembilan bulan lalu. Meski sudah melakukan aksi sebelumnya, warga merasa kecewa karena belum ada tindakan konkret dari pihak PT. GHEMMI dan PT. MPC.

Pihak perusahaan, hingga berita ini ditayangkan, belum memberikan tanggapan kepada media karena sedang dalam proses mediasi dengan beberapa perwakilan warga. Perjuangan warga untuk lingkungan yang bersih dan sehat terus berlanjut. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *