HUT ke-67 dan Sertijab, IKM Maesa Bali Buka Lembaran Baru

BALI,SUARAPANCASILA.id– Suasana hangat dan kental nuansa budaya membungkus perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Keluarga Minahasa (IKM) “Maesa” Bali ke-67, sekaligus Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepengurusan Periode 2026–2029. Perhelatan akbar ini digelar khidmat di Catholic Center, Denpasar, pada Sabtu (27/06/2026).

Acara ini dihadiri oleh Dewan Kehormatan, Dewan Pembina Maesa Bali, insan pers, perwakilan ormas, serta ratusan warga Minahasa yang berdomisili di Pulau Dewata.

Ketua Panitia Pelaksana, Veronika M. Karundeng, S.H., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Ia berharap momentum ini menjadi titik awal yang solid bagi kepengurusan baru.

Bacaan Lainnya

“Kami berharap kepengurusan yang baru ini dapat terus membina hubungan yang harmonis, mempererat tali persaudaraan, dan membawa IKM Maesa Bali ke arah yang lebih baik,” ujar Veronika.

Sebagai bagian dari ucapan syukur, ibadah bersama dipimpin oleh Pdt. Samuel Mawuntu, S.Th. Mengambil landasan teologis dari kitab Filipi 2:15, Pdt. Samuel menekankan tiga pesan mendalam untuk diimplementasikan warga Maesa Bali:

– Hidup harus menjadi terang di mana pun berada.

– Menjadi teladan di tengah dunia yang bengkok.

– Menjadi berkat yang nyata bagi sesama.

Mengutip catatan sejarah yang ditulis oleh Kimbal Yulius David pada 13 Mei 1959, IKM Maesa memiliki rekam jejak panjang. Kepengurusan periode 2026–2029 ini pun memikul harapan besar untuk tetap konsisten menjaga citra positif tanah Minahasa dan melestarikan warisan budaya leluhur di tanah rantau.

Benyamin Ishak ratu
Ketua Umum IKM Maesa Bali terpilih periode 2026–2029, Benyamin Ishak Ratu

Apresiasi mendalam juga diberikan kepada kepengurusan lama yang purna tugas, dengan harapan mereka tetap memberikan dukungan moral demi keberlanjutan organisasi.

Ketua Umum IKM Maesa Bali terpilih periode 2026–2029, Benyamin Ishak Ratu, dalam sambutan perdananya mengajak seluruh warga Kawanua di Bali untuk kompak bergerak bersama.

“Mari kita sama-sama menjaga nama baik keluarga besar Minahasa di Bali. Dan yang tidak kalah pentingnya, mari kita saling menghargai dan menghormati adat istiadat setempat yang ada di Bali,” tegas Benyamin, mengingatkan pentingnya toleransi.

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan hadirnya persembahan seni khas Sulawesi Utara, mulai dari penampilan memukau Choir Kawanua Katolik, alunan magis musik Kolintang, hingga eloknya gerak gemulai Tarian Daerah Minahasa.

Maesa bali

Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, menandai babak baru perjalanan IKM Maesa Bali yang siap melangkah lebih berdampak, adaptif, dan berakar pada budaya.

 

AR81

suarapancasilaid'

Pos terkait