Ijazah Alumni SMK Karya Bhakti Brebes Tertahan karena Tunggakan Biaya Pendidikan

Oplus_16908288

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Ijazah Dio Aprianto, alumni SMK Karya Bhakti Brebes, belum bisa diambil karena masih ada tunggakan biaya pendidikan. Kondisi itu membuat Dio terhambat mendaftar kuliah lewat jalur beasiswa.

Dio merupakan lulusan SMK Karya Bhakti Brebes tahun 2020. Hingga kini, ijazahnya masih berada di sekolah. Pada Senin (29/6/2026), Dio bersama ibunya, Wastiah (51), mendatangi sekolah untuk mengambil dokumen tersebut. Namun, mereka diminta melunasi tunggakan administrasi sebesar Rp 3,6 juta terlebih dahulu.

Wastiah mengatakan tunggakan itu terdiri dari SPP, les, dan daftar ulang sebesar Rp 1.550.000, biaya foto Rp 25.000, kenang-kenangan Rp 350.000, uang gedung Rp 1.500.000, serta biaya lain-lain Rp 175.000.

Bacaan Lainnya

“Anak saya lulus tahun 2020, ijazahnya masih di sekolah karena belum bayar kekurangannya Rp 3,6 juta,” kata Wastiah, Kamis (2/7/2026).

Ia mengaku belum mampu melunasi tunggakan tersebut. Sejak suaminya meninggal dunia, Wastiah menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan pecel lele di kawasan Alun-alun Brebes. Saat Dio lulus pada 2020, usahanya juga terdampak pandemi Covid-19.

“Saya jualan di Alun-alun Brebes, waktu Dio lulus tahun 2020 itu pas ada virus Corona tidak bisa jualan. Sampai sekarang belum ada biaya untuk melunasi tunggakan,” ujarnya.

Sementara itu, Bendahara SMK Karya Bhakti Brebes, Eko Nur Fauzi, membantah pihak sekolah menahan ijazah Dio Aprianto. Menurut dia, ijazah tersebut belum diambil karena tunggakan biaya pendidikan belum diselesaikan.

Ia menyebut Dio bukan satu-satunya alumni yang belum mengambil ijazah. Bahkan, kata dia, masih ada lulusan tahun 2017 yang juga belum mengambil dokumen kelulusannya. Terkait tunggakan biaya, Eko menegaskan hal itu menjadi tanggung jawab orang tua.

“Saya sodorkan catatan itu karena orang tua bertanya kekurangannya berapa. Saya kalau ketemu sama orang (yang menunggak), saya sampaikan bahwa saya sebatas karyawan biasa, saya ada pertanggungjawaban kepada pimpinan, dan pimpinan juga ada pertanggungjawaban dengan yayasan,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut setelah menerima informasi soal ijazah alumni SMK Karya Bhakti Brebes yang belum diambil.

“O nggih mas, segera kita tindaklanjuti,” pungkas Sadimin.

suarapancasilaid'

Pos terkait