Anak Santri Malang Raih Medali Karate Asia: Tidur di Bandara dan Hadapi Gurkha demi Merah Putih

KOTA MALANG (JATIM),SUARAPANCASILA,iD- Di tengah hiruk-pikuk polemik bangsa, sebuah prestasi membanggakan lahir dari ketangguhan anak muda daerah. Mochammad Jirzi Bayanaka Al-Haris (18), atlet Karate dari perguruan Mushikawa Karate Indonesia sekaligus santri MA Al Umm Malang, berhasil menyabet Juara 3 kelas Kumite Elite Men Under 65 Kg pada ajang IKAK Lion City Championships 2026 tingkat Asia di Singapura (15/8/2026).

Didampingi pelatihnya, Sensei Agus Yulianto, perjalanan Jirzi meraih podium Asia dipenuhi dengan perjuangan fisik, mental, hingga drama keterbatasan sarana.

Perjalanan enam tahun menempa diri di tempat latihan sederhana wilayah Bandulan, Malang, diuji secara nyata di atas tatami Singapura. Jirzi harus berhadapan dengan jajaran atlet tangguh se-Asia, termasuk bertarung melawan anggota pasukan militer Gurkha.

Bacaan Lainnya

“Bukan hanya soal teknik menyerang, tetapi bagaimana mengendalikan diri dan mempertahankan ketenangan di bawah tekanan lawan bertubuh tegap serta berDisiplin tinggi,” ujar Sensei Agus Yulianto.

Perjuangan pasangan atlet dan pelatih ini tak berhenti saat bel pertandingan usai. Keterbatasan koordinasi membuat reservasi hotel mereka habis sehari sebelum laga berakhir, memaksa keduanya terlunta-lunta mencari penginapan dan transportasi di Singapura dalam kondisi fisik yang terkuras.

Tak berhenti di situ, saat transit kepulangan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, mereka harus menginap dan tidur seadanya di lantai bandara semalaman lantaran menunggu jadwal penerbangan pagi menuju Surabaya yang sempat mengalami keterlambatan (delay)

1.Prestasi Utama: Juara 3 Kumite Elite Men Under 65 Kg – IKAK Lion City Championships 2026 (Singapura).

2.Latar Belakang: Santri Kelas XII MA Al Umm Malang & Atlet Mushikawa Karate Indonesia Bandulan.

3.Jejak Rekam: Juara 2 Kyokushin Nakamura Open 2023, Juara 3 SLC Cup 2024, Juara 2 IBKO All Indonesia 2026.

Sebagai bentuk penghormatan diundang menghadiri Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Balai Kota pasca-kemenangan, Senin (17/8/2026).

Keberhasilan Jirzi menjadi bukti bahwa keterbatasan tak melunturkan mental juara. Di balik prestasinya, ada pengorbanan serta doa seorang ibu yang membesarkannya seorang diri setelah sang ayah berpulang.

Kisah Jirzi menjadi sentilan bagi ekosistem olahraga nasional. Bakat-bakat muda di daerah sering kali berjuang dalam kesendirian dan keterbatasan anggaran sebelum akhirnya dilirik saat telah membawa pulang medali. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat dibutuhkan sejak fase pembinaan awal, bukan sekadar riuh saat pengalungan medali.

suarapancasilaid'

Pos terkait