KABUPATEN TANGERANG (BANTEN) SUARAPANCASILA.ID – Aksi dugaan penganiayaan dan perusakan kendaraan terjadi di Jalan Raya Serang KM 32, Kabupaten Tangerang, Sabtu (03/10/2026). Seorang sopir mobil Grandmax bernomor polisi B 9239 WWC mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang yang diduga merupakan sopir mobil dump truk pengangkut tanah.
Insiden tersebut mengakibatkan korban mengalami luka pada bagian kaki setelah terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri dari dugaan aksi pemukulan. Tak hanya itu, kaca Spion mobil Grandmax miliknya dilaporkan hancur, sementara kunci kendaraan dibawa oleh salah satu orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Berdasarkan penuturan korban, kejadian bermula ketika dirinya tiba-tiba dihadang oleh sejumlah orang dari kendaraan dump truk tanah. Korban mengaku tidak mengetahui persoalan yang melatarbelakangi tindakan tersebut hingga situasi berujung pada dugaan pengeroyokan.
“Saya tidak tahu masalahnya apa. Tiba-tiba saya dihadang dan dikeroyok oleh orang-orang dari mobil dump truk tanah. Kemudian saya lari menyelamatkan diri, lalu jatuh. Setelah itu pelaku merampas kunci mobil saya dan menghancurkan kaca Spion mobil, lalu kabur,” ungkap korban.
Akibat kejadian tersebut, kendaraan Grandmax milik korban tidak dapat dijalankan karena kunci mobil dibawa pergi. Sementara itu, korban mengalami luka pada bagian kaki akibat terjatuh ketika berusaha menghindari dugaan serangan.
Situasi yang berlangsung cepat dan kepanikan korban membuat identitas kendaraan dump truk tanah, termasuk nomor polisi maupun ciri-ciri spesifiknya, belum berhasil diketahui. Hal ini menjadi salah satu kendala dalam mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
Pasca kejadian, korban menyatakan akan membuat laporan resmi ke Polsek Cisoka guna meminta penanganan dan proses hukum atas dugaan penganiayaan, perusakan kendaraan, serta pengambilan kunci mobil tersebut.
Peristiwa ini diharapkan mendapat perhatian aparat kepolisian untuk menelusuri kronologi, mengidentifikasi kendaraan yang terlibat, serta meminta keterangan para saksi dan mengumpulkan bukti pendukung.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai laporan maupun penanganan insiden tersebut.











