Kapolsek Pelaihari Imbau Peternak Tingkatkan Pengawasan dan Komunikasi demi Cegah Konflik

PELAIHARI(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Di tengah proses penyelidikan kasus kematian enam ekor sapi di Desa Pemuda, perhatian publik tak hanya tertuju pada penyebab insiden tersebut, tetapi juga pada potensi gesekan sosial yang bisa muncul di tengah masyarakat. Dalam situasi yang sensitif itu, Kapolsek Pelaihari, Iptu Benny Wishnu Wardhany, angkat bicara dan mengeluarkan imbauan tegas kepada para pemilik ternak.

Imbauan itu bukan tanpa alasan. Pola pemeliharaan sapi yang dilepasliarkan tanpa pengawasan dinilai berisiko memicu konflik antara peternak dan pemilik lahan, terutama di wilayah yang didominasi kebun produktif. Ketika tanaman rusak, yang tersisa bukan sekadar kerugian materi, melainkan juga potensi retaknya hubungan antarwarga.

“Kalau menaruh sapi di lahan orang lain, komunikasikan dulu dengan pemiliknya. Saat dilepas juga sebaiknya tetap diikat agar tidak merusak tanaman. Ini penting supaya tidak menimbulkan persoalan baru,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Benny, komunikasi adalah kunci utama untuk meredam potensi gesekan. Ia menegaskan bahwa keterbukaan dan kesepahaman antarpihak menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial, terlebih di desa-desa yang aktivitas pertanian dan peternakannya berjalan berdampingan.

Beberapa waktu terakhir, memang sempat terjadi kesalahpahaman terkait tanaman warga yang rusak akibat dimakan ternak. Kasus serupa, diakuinya, pernah muncul di beberapa desa. Situasi-situasi semacam ini, jika tidak disikapi dengan bijak, bisa berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Kapolsek juga mengingatkan bahwa kelalaian dalam mengawasi hewan ternak bukan hanya merugikan pemilik kebun. Dampaknya dapat berbalik menghantam peternak sendiri, apalagi ketika terjadi peristiwa di luar perkiraan seperti yang kini tengah diselidiki di Desa Pemuda.

“Kami mengimbau agar para pemilik sapi lebih berhati-hati dan memperhatikan cara pemeliharaan ternaknya. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” tegasnya.

Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, Polsek Pelaihari memastikan tetap mengedepankan langkah persuasif serta penyelesaian yang adil bagi semua pihak. Sembari menunggu hasil penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian enam ekor sapi tersebut, kepolisian berharap masyarakat dapat menahan diri dan mengutamakan komunikasi.

Sebab pada akhirnya, menjaga ketertiban bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama.(suarapancasila.id-foto:ist/Bpost)

Pos terkait