Kemendes PDT Minta BUMDes Manfaatkan Media Digital untuk Gaet Pasar dan Investor

NASIONAL, SUARA PANCASILA.ID – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong seluruh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memanfaatkan media digital sebagai etalase promosi potensi desa guna memperluas jangkauan pasar hingga menggaet investor.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Menteri Desa dan PDT Ahmad Riza Patria saat membuka sosialisasi Keputusan Menteri Desa dan PDT Nomor 578 Tahun 2026 tentang Pedoman Publikasi BUMDesa dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas BUMDesa di Janti Park, Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Wamendes Ariza menyampaikan bahwa BUMDes merupakan instrumen penting untuk membangun kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan potensi, pembukaan peluang usaha, penyediaan lapangan kerja, dan pelayanan publik. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan BUMDes tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan finansial semata.
“Tapi seberapa besar masyarakat tahu, percaya, menggunakan, dan rasakan manfaat dari keberadaan BUM Desa,” kata Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini dalam keterangannya dari Klaten, seperti dilansir Kamis (27/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa keberagaman potensi usaha BUMDes di Klaten—mulai dari wisata air, pasar desa, kuliner, peternakan, hingga pengelolaan sampah—perlu diperkenalkan secara luas melalui platform digital seperti Instagram, Facebook, TikTok, maupun website. Untuk mendukung hal tersebut, diterbitkan Keputusan Menteri Desa dan PDT Nomor 578 Tahun 2026 tentang Pedoman Publikasi BUMDesa.
“Pedoman ini bukan untuk membuat BUM Desa menjadi ribet, justru membantu BUM Desa supaya lebih mudah dalam mengelola komunikasi dan publikasi,” ujar Wamendes Ariza.
Sementara itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemendes PDT Andi Nita Arie melaporkan bahwa pelatihan yang diikuti oleh 100 pengelola BUMDes dari Kabupaten Klaten dan Boyolali ini digelar untuk mendorong promosi desa secara mandiri dan terencana.
“Pengelola BUM Desa diharapkan bisa lakukan publikasi secara terencana dan konsisten yang akhirnya meningkatkan promosi produk dan layanan hingga partisipasi masyarakat,” kata Andi Nita.
Pelatihan yang didukung penuh oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) ini juga diisi dengan sosialisasi serta uji praktik publikasi website bersama Tim Jaring Indonesia dan pengelolaan media sosial.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Pusbangjak Kemendes PDT Agus Kuncoro, Pj Sekda Klaten Jaka Purwanto, Kepala Dinas PMD Klaten Wahyuni Sri Rahayu, Perwakilan Biro Hukum Setjen Kemendes, Kepala Desa Janti Tri Prakoso, serta Direktur BUMDesa Jaya Janti Didik Setiawan.
suarapancasilaid'

Pos terkait