BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan di Universitas Peradaban Bumiayu, Kamis (15/1/2026). Bertempat di Masjid Alfiah Nasucha, kegiatan ini diikuti sekitar 200 mahasiswa dengan tema “Menumbuhkan Semangat Bela Negara untuk Mewujudkan Mahasiswa Berkarakter dan Berintegritas.”
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Peradaban, dilanjutkan sambutan dari pihak kampus, pemaparan materi, serta sesi diskusi interaktif. Suasana seminar berlangsung formal namun penuh antusiasme. Mahasiswa tampak serius menyimak materi, sementara beberapa di antaranya aktif mengajukan pertanyaan dan menanggapi isu-isu kebangsaan yang disampaikan narasumber.
Plt. Kepala Kesbangpol Brebes, Moch. Reza Prisman, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa hanya ditopang oleh pemerintah. “Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat, termasuk mahasiswa. Mereka diharapkan menjadi mitra strategis dalam menyosialisasikan dan mengawal program pembangunan agar inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.
Dalam paparannya, Reza menekankan bahwa wawasan kebangsaan merupakan fondasi pembentukan karakter, integritas, dan nasionalisme generasi muda. Mahasiswa, katanya, harus diposisikan sebagai agent of change yang mampu menangkal ancaman terhadap ideologi, politik, sosial, budaya, dan moral bangsa. Melalui penanaman nilai bela negara, mahasiswa diharapkan tumbuh dengan sikap disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, serta komitmen kuat terhadap kepentingan nasional.
Reza juga mengaitkan penguatan wawasan kebangsaan dengan visi daerah “Brebes BERES” (Berkeadaban, Ekonomi Tangguh, Responsif, Edukatif, Sehat, dan Sejahtera). Ia menyinggung sembilan program strategis Bupati Brebes, mulai dari Mberesi Dalan (perbaikan jalan), Mberesi Sampah, hingga Satu Keluarga Satu Sarjana. Menurutnya, keberhasilan program-program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat, termasuk mahasiswa.
“Pembangunan daerah bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal karakter. Mahasiswa harus ikut mengawal agar program pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat kecil,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Universitas Peradaban Bumiayu dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan seminar wawasan kebangsaan ini merupakan agenda strategis untuk menumbuhkan semangat bela negara di kalangan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Tanpa dilandasi semangat bela negara yang kuat, ketahanan nasional di masa depan akan menghadapi tantangan serius,” ujar Muh. Lukman Arifin, Lc., M.A selaku Pj. Kepala LPPM Universitas Peradaban.Diskusi interaktif memperlihatkan antusiasme peserta. Beberapa mahasiswa menyoroti tantangan global yang bisa menggerus nasionalisme, sementara lainnya menekankan perlunya mahasiswa ikut mengawal kebijakan daerah agar tidak berhenti di tataran slogan. Suasana seminar terasa hangat, dengan mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan.
Diskusi interaktif memperlihatkan antusiasme peserta. Beberapa mahasiswa menyoroti tantangan global yang bisa menggerus nasionalisme, sementara lainnya menekankan perlunya mahasiswa ikut mengawal kebijakan daerah agar tidak berhenti di tataran slogan. Suasana seminar terasa hangat, dengan mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ditutup dengan harapan agar mahasiswa Universitas Peradaban tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.










