PELAIHARI(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Lantunan suara kambing bersahut-sahutan memecah keramaian Pasar Hewan Sarang Halang, Kamis (27/11/2025). Sebanyak 151 kambing super dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan hadir unjuk kualitas dalam Kontes Ternak Kambing Se-Kalsel. Ajang bergengsi ini menjadi pembuktian kualitas genetika dan profesionalisme peternak lokal — bukan sekadar kompetisi biasa.
Diselenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanahlaut sebagai bagian dari Hari Jadi ke-60 Tanahlaut, kontes ini mempertaruhkan gengsi dan kebanggaan daerah. Kambing-kambing terbaik tampil, mulai dari yang berbobot ekstrem hingga yang menunjukkan struktur tubuh ideal hasil pemeliharaan telaten.
“Beternak bukan sekadar usaha. Ini keterampilan, ini ketelatenan. Beternak perlu tangan dingin,” Ujar Bupati Tanahlaut, H. Rahmat Trianto
Dalam sambutannya, Bupati Rahmat Trianto menegaskan pentingnya peningkatan kualitas ternak lokal. Ia bahkan memberi pesan khusus kepada para anak muda agar menjadikan peternakan sebagai peluang ekonomi masa depan yang menjanjikan.
“Pasar ternak Pelaihari harus siap bersaing dengan ternak dari luar. Ada orang beli kambing tapi tidak berkembang, namun ada yang dengan sentuhan dan perawatannya, kambing itu jadi luar biasa,” tambahnya, disambut tepuk tangan para peternak yang hadir.
Defisit Daging Kambing: Peluang Besar Masih Terbuka
Di balik kemeriahan kontes, terselip kenyataan yang tidak bisa diabaikan. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tanahlaut, Muhammad Mursyi, memaparkan bahwa Kalimantan Selatan masih mengalami defisit pasokan kambing.
“Kalsel masih kekurangan tidak kurang dari 3.000 ekor per bulan. Kita masih harus mendatangkan dari luar daerah,” – Muhammad Mursyi
Ia berharap kontes ini menjadi pemantik semangat serta inovasi para peternak lokal untuk menangkap peluang bisnis yang begitu besar di depan mata.
Tiga Kelas Kompetisi, Hadiah Puluhan Juta Rupiah
Ketua Panitia, Handri Sulistiono, menjelaskan bahwa kontes tahun ini mempertandingkan tiga kelas utama:
1. Ekstrem Jantan — berbasis bobot tanpa batasan usia
2. Performa Betina Peranakan Ettawa (PE)
3. Performa Betina Jawa Randu
Total hadiah mencapai Rp79.500.000, dengan masing-masing juara pertama mengantongi Rp8,5 juta sebagai uang pembinaan.
“Peserta terbanyak ada di kelas Ekstrem Jantan, mencapai 69 peserta. Ini menunjukkan antusiasme peternak dalam mengembangkan kambing unggulan berbobot besar,”— Handri Sulistiono
Peserta datang dari berbagai wilayah — Tanahlaut, Banjar, Tanahbumbu, Banjarbaru hingga Banjarmasin — menjadikan kompetisi ini representasi kualitas peternakan tingkat provinsi.
Lebih dari sekadar adu gengsi, ajang ini sekaligus meneguhkan Pasar Hewan Sarang Halang sebagai barometer peternakan kambing di Kalsel.
Komitmen Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten Tanahlaut menegaskan bahwa dukungan terhadap sektor peternakan tidak akan berhenti di panggung kontes.
Melalui pembinaan intensif, penguatan layanan kesehatan hewan, dan pengembangan agribisnis berkelanjutan, peternakan diyakini mampu menjadi pilar penting dalam ketahanan pangan daerah.
Di Pelaihari hari itu, kambing-kambing terbaik bukan hanya dipamerkan. Mereka menjadi simbol harapan — bahwa dari tangan-tangan dingin peternak, Kalsel mampu berdikari memenuhi kebutuhan pangan hewani, sekaligus menumbuhkan ekonomi lokal. Sebuah kisah optimisme yang lahir dari kandang-kandang sederhana, menuju panggung kebanggaan Kalimantan Selatan.(suarapancasila.id-foto:ist/kalselmaju)










