SAWAHLUNTO (SUMBAR ) SUARA PANCASILA.ID –– Kualitas udara di Kota Sawahlunto dalam sepekan terakhir mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kabut asap yang semakin parah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah daerah di sekitar Sumatera Barat mulai menyelimuti Kota Arang sejak beberapa hari lalu.
Pantauan di lapangan menunjukkan jarak pandang berkurang, terutama pada pagi dan sore hari. Aroma asap juga mulai tercium hingga ke permukiman warga. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran, mengingat kabut asap berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Kesehatan dan BPBD segera mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap berlangsung.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto, dr. Ranu Verra Mardianti, menjelaskan bahwa paparan asap dalam waktu lama dapat memicu gangguan saluran pernapasan. Kelompok yang paling rentan terdampak adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan riwayat penyakit asma, ISPA, dan penyakit jantung.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada jam-jam ketika kabut asap terlihat pekat. Jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, pastikan menggunakan masker, utamakan masker N95 atau masker bedah, untuk mengurangi paparan partikel halus dari asap,” ujarnya, Rabu (27/08/2026).
Selain itu, dr. Ranu juga mengimbau masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih minimal 8 gelas sehari, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga kebersihan lingkungan rumah. Pintu dan jendela juga disarankan untuk tetap tertutup rapat saat kabut asap tebal agar udara di dalam rumah tetap bersih.
Pemko Sawahlunto juga menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar. Tindakan tersebut dinilai dapat memperparah kondisi kabut asap yang sudah terjadi dan melanggar aturan.
“Mari kita lindungi diri, keluarga, dan lingkungan. Jaga kesehatan dan tetap waspada terhadap kabut asap. Bila mengalami gejala seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, mata perih, atau iritasi tenggorokan, segera periksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat,” tambah imbauan Pemko.
Saat ini Pemko Sawahlunto melalui BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup terus memantau perkembangan kualitas udara secara berkala. Koordinasi juga terus dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan daerah-daerah terdampak karhutla untuk langkah penanganan dan antisipasi lebih lanjut.











