Mensos Saifullah Yusuf Sosialisasi Data Tunggal dan Ekonomi Nasional

KABUPATEN BOJONEGORO (JATIM), SUARAPANCASILA.ID – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melakukan kunjungan kerja, Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (21/1/2026)

Sosialisasi tersebut, dihadiri pilar-pilar sosial, seluruh camat, dan kepala desa se-Kabupaten Bojonegoro di Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Dalam arahannya, Mensos Saifullah Yusuf mengatakan bahwa, DTSEN menjadi fondasi utama pemerintah dalam menyusun kebijakan perlindungan sosial, terutama dalam penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran.

Bacaan Lainnya

“DTSEN adalah satu data terpadu yang menjadi rujukan nasional. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif pemerintah daerah hingga desa untuk memastikan data yang disajikan benar-benar akurat,” ungkap Saifullah Yusuf.

Gus Ipul menekankan, pemutakhiran data secara berkala merupakan kunci untuk meminimalisir kesalahan sasaran penerima bantuan serta menjamin keadilan sosial bagi masyarakat yang berhak menerima.

” Kalau datanya akurat, bantuan akan lebih tepat. Mari kita kerjakan bersama”,ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengingatkan seluruh kepala desa agar menjadikan data sebagai satu-satunya acuan dalam penyaluran bantuan sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Saya berpesan kepada kepala desa, penyaluran bansos harus mengacu pada data, bukan karena suka atau tidak suka. Data menjadi kunci agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak,” tegas Wahono.

Wahono juga menegaskan, seluruh kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro saat ini dijalankan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) yang mengamanatkan penyusunan program berbasis data, khususnya DTSEN.

“Ada Inpres yang mendasari kami untuk bekerja berbasis data, dan DTSEN menjadi rujukan utama dalam perumusan kebijakan daerah,” jelas Wahono.

Selain itu, salah satu program strategis yang lahir dari pemanfaatan DTSEN adalah Sekolah Rakyat, yang secara khusus menyasar masyarakat pada kelompok ekonomi terbawah.

“Sekolah Rakyat di Bojonegoro ini lahir dari DTSEN, terutama untuk masyarakat pada desil 1 dan desil 2, agar mereka mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik,”tutupnya.

Pos terkait