JAKARTA, SUARAPANCASILA.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) nasional berada di atas standar minimum menjelang libur Tahun Baru 2026. Cadangan BBM nasional saat ini rata-rata mencapai 20 hari, melampaui batas minimal 17-18 hari dan mendekati batas maksimal 21 hari.
“Alhamdulillah, saya tadi mendapat pemaparan langsung dari Direksi Pertamina dan dari BPH Migas bahwa untuk stok BBM nasional kita di atas standar minimum,” ujar Bahlil saat konferensi pers di Integrated Terminal Jakarta (ITJ) Plumpang, Jakarta Utara, Minggu (28/12/2025).
Bahlil merinci ketersediaan berbagai jenis BBM mencakup Pertalite (RON 90) untuk 19 hari, Pertamax (RON 92) lebih dari 23 hari, dan Pertamax Green (RON 95) lebih dari 31 hari. Untuk solar, cadangan Solar CN48 (subsidi) tersedia 15 hari, Solar CN53 (non-subsidi) di atas 25 hari, dan Avtur 29 hari. Stok LPG juga dipastikan di atas standar minimum nasional.
Fokus Pemulihan Distribusi di Aceh
Menteri Bahlil menegaskan bahwa persoalan utama pascabencana bukan pada ketersediaan stok nasional, melainkan pada distribusi. Di Aceh, distribusi BBM yang sebelumnya hanya mengandalkan helikopter dan pesawat kini sudah dapat dilakukan melalui mobil tangki.
“Yang tadinya SPBU sama sekali enggak bisa jalan seperti di Takengon, Bener Meriah, Aceh Tengah, sekarang alhamdulillah sudah bisa masuk,” kata Bahlil. Jumlah SPBU yang beroperasi di Tamiang bertambah dari empat menjadi tujuh, dengan kebijakan pembukaan 24 jam untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Pemerintah juga telah mengirimkan 1.000 unit genset ke 224 desa di 10 kabupaten Aceh yang belum teraliri listrik. PT Pertamina Patra Niaga diminta memastikan pasokan BBM untuk operasional genset tersebut, terutama bagi warga yang masih tinggal di tenda pengungsian.
Strategi Antisipasi Nataru
ITJ Plumpang, yang memenuhi 15 persen kebutuhan cadangan nasional dan 45 persen permintaan Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, telah disiapkan dengan kapasitas penyimpanan mencapai 324 ribu kiloliter. Terminal ini didukung jaringan pipa sepanjang 212 kilometer dengan kemampuan alir 500 kiloliter per jam.
Integrated Terminal Manager Jakarta Pertamina, Miftahul Ulum, mengatakan pihaknya menyiapkan motoris atau sepeda motor untuk mendekat ketika terjadi kemacetan dan kendaraan kehabisan BBM. Pertamina juga mewaspadai potensi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem di wilayah rawan seperti Sukabumi, Bekasi, Tasikmalaya, Bandung, dan Ciamis.










