Menyiapkan Generasi Tanah Laut: HPPMTL, Pendidikan, dan Harapan Indonesia Emas

Pelaihari(KALSEL),SUARA PANCASILA.ID — Sabtu di Pelaihari, suasana tak sekadar dipenuhi deretan kursi, seragam resmi, atau agenda seremonial. Di balik pelantikan Pengurus Pusat Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Tanah Laut (HPPMTL) Kalimantan Selatan periode 2025–2027, hadir narasi panjang tentang perjuangan, tentang pendidikan yang dulu mewah bagi sebagian, hingga tekad kolektif anak-anak muda untuk mengambil peran dalam panggung sejarah Tanah Laut—dan Indonesia.

Wakil Bupati Tanah Laut, HM Zazuli, berdiri di podium bukan hanya untuk memberi sambutan. Ia menyampaikan pesan-pesan penting yang meresonansi dengan tema besar hari itu: “HPPMTL sebagai solusi pembangunan sumber daya manusia Tanah Laut yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.”

“Pembangunan yang utama bukan hanya jalan atau gedung, tapi manusianya,” ujarnya mantap. “Saya harapkan HPPMTL menjadi pilar penting dalam menyiapkan generasi Tanah Laut yang kompeten, inovatif, dan berintegritas.”

Bacaan Lainnya

Namun untuk benar-benar memahami makna pelantikan ini, kita perlu kembali ke titik awal—ke sebuah rumah kecil di pinggiran Banjarmasin, yang menjadi saksi bisu awal mula perjalanan.

Ketua Dewan Penasihat HPPMTL, H. Hasnani Isma A. Kutai, membawa peserta ke ruang waktu. Ia bercerita tentang masa saat lima pemuda Tanah Laut—tiga mahasiswa dan dua pelajar—menyewa rumah sederhana demi satu tujuan: membuka akses pendidikan bagi anak daerah.

“Asrama Tuntung Padang Mahasiswa Tanah Laut,” begitu nama rumah itu. Di situlah cita-cita disematkan, bukan sekadar untuk menyambung pendidikan, tapi untuk menyusun masa depan. “Dulu jalan ke Banjar Masjid belum sebagus sekarang. Hanya orang-orang berkecukupan yang bisa sekolah di Banjarmasin,” kenangnya lirih.

Dari titik nol itulah, HPPMTL lahir. Bukan sebagai organisasi hiasan, tapi sebagai kawah candradimuka: tempat pembelajaran, pelatihan kepemimpinan, pemahaman organisasi, bahkan pendidikan politik. Kini, HPPMTL bukan hanya nama—ia telah menjadi gerakan. Telah melahirkan tokoh-tokoh muda yang mengabdi di banyak bidang: pemerintahan, sosial, hingga pembangunan komunitas.

HM Zazuli, dalam pidatonya, memberi pengakuan terbuka atas nilai perjuangan itu. Ia mengingatkan bahwa dulu, SMA hanya ada di kota besar seperti Banjarmasin dan Hulu Sungai. “Kalau ingin sekolah, harus ke Banjar. Karena kita baru belakangan punya SMA sendiri,” katanya. Pernyataan itu bukan sekadar nostalgia, tapi peringatan: bahwa akses pendidikan adalah hasil perjuangan, bukan pemberian.

Lebih dari itu, Zazuli menantang generasi muda untuk tidak sekadar menjadi pelengkap barisan, tapi penggerak utama. “Adik-adik inilah bagian dari solusi. Kami mungkin pintar, tapi kalian harus lebih pintar,” katanya tegas, disambut tepuk tangan.

Ia bahkan mengajak pemuda Tanah Laut untuk tak ragu terjun ke ranah politik—bukan untuk kekuasaan, tapi sebagai alat perjuangan. “Jangan takut politik. Yang penting niatnya untuk kepentingan rakyat,” pesannya.

Komitmen pemerintah daerah pun dikuatkan. Wabup Zazuli menegaskan bahwa Pemkab Tanah Laut akan terus mendukung pengembangan pendidikan dan pemuda. Namun ia mengingatkan bahwa pembangunan manusia tidak bisa dikerjakan sendiri. Harus ada gotong royong.

“Kami butuh organisasi seperti HPPMTL sebagai mitra dalam menciptakan program yang solutif dan berdampak,” tegasnya.

Di ujung pidato, ia menutup dengan harapan yang sarat makna:
“Jadikan HPPMTL sebagai rumah belajar, rumah pengabdian, dan rumah perjuangan. Kita songsong masa depan Tanah Laut dan Indonesia dengan optimisme dan kolaborasi.”

Karena mimpi Indonesia Emas 2045 tak akan terwujud hanya dengan pidato atau janji. Ia butuh tangan-tangan muda yang pernah tidur di asrama sempit, tapi bermimpi besar. Yang pernah susah kuliah, tapi kini membekali generasi. Yang sadar, bahwa perubahan selalu dimulai dari keberanian pertama untuk melangkah, walau kecil, walau sendiri.(suarapancasila.id-foto:istimewa/Diskominfostasan Tala)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *