TOMOHON (SULUT) SUARAPANCASILA.ID-Masyarakat Kota Tomohon mulai menyadari bahwa banyak janji yang dibuat selama kampanye Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 lalu oleh pemimpin saat ini tidak terwujud. Akibatnya, mereka memilih Ir Miky Junita Linda Wenur MAP-Cherly Mantiri SH untuk lima tahun ke depan, yang diusung oleh Partai Golkar, Partai Nasdem, dan PSI serta elemen masyarakat.
Di Kota Bunga Tomohon, isu wanti warna main sedang berhembus. Masyarakat menginginkan pemimpin yang dapat memenuhi janji saat kampanye. Selain itu, Miky-Cherly saat ini memiliki janji program atau kampanye yang realistis yang sesuai dengan kondisi daerah dan dapat dilaksanakan saat dia memimpin nanti.
Dalam waktu kurang dari satu bulan, kita akan melakukan pemilihan pemimpin Kota Tomohon. Willem Wowor dan Richard Wahani menyatakan bahwa Miky-Cherly memenuhi harapan kami berdasarkan visi, misi, dan program yang ditawarkan calon.
Kedua menyatakan bahwa banyak janji kampanye yang dibuat oleh pasangan CSWL selama Pilkada 2020 yang akhirnya terpilih tidak terpenuhi hingga saat ini, meskipun banyak orang yang memilih keduanya karena kecewa dengan janji kampanye tersebut.
Sebagai contoh, insentif Kepala Lingkungan sebesar 3,3 juta rupiah, insentif Tenaga Kebersihan sebesar 4 juta rupiah, dan peningkatan TPP untuk pejabat struktural dan ASN pada akhirnya tidak diberikan. TPP Guru dijanjikan gaji sebesar Rp750 ribu per bulan, tetapi sebenarnya hanya Rp600 ribu, dan pembayaran sering ditunda dan bahkan berlangsung selama 4 bulan.
Ketus Wahani mengatakan, “Ketidakadilan, kesenjangan, dan ketimpangan sosial muncul selama kepemimpinan hampir empat tahun ini karena pilih-pilih warna dan kelompok dalam pemberian bantuan sosial, insentif lansia, dan lainnya.”(Rivan Tumetel)










