MT Fiqhunnisa Bersama BNN Gelar Penyuluhan Parenting, Bahas Peran Orang Tua Hadapi Tantangan Zaman

PURWOKERTO ( JATENG ) SUARAPANCASILA.ID. — Majelis Taklim (MT) Fiqhunnisa Masjid Jenderal Soedirman Purwokerto bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar penyuluhan parenting bagi orang tua. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini.

Penyuluhan digelar pada Selasa, 13 Januari 2026 di Masjid Jenderal Besar Soedirman, Jalan Gatot Subroto, Purwokerto. Acara ini terbuka untuk umum, dengan fokus peserta kalangan muslimah. Panitia mencatat sedikitnya 500 peserta hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua MT Fiqhunnisa, Emma Ali, mengatakan orang tua memiliki peran sentral dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, wawasan yang memadai serta pendampingan yang tepat menjadi kunci agar anak mampu menghadapi pengaruh negatif lingkungan.

Bacaan Lainnya

“Orang tua perlu hadir sebagai pendamping, pengarah, sekaligus pelindung. Pemahaman yang kuat akan membantu orang tua mengarahkan anak agar terhindar dari berbagai risiko sosial di era modern,” ujar Emma.

Materi penyuluhan disampaikan secara komprehensif oleh narasumber dari BNN, Wicky Sri Erlangga, S.Sos., M.Si, dan pemateri keislaman Ustadz Mintaraga Eman Surya, Lc., M.A. Keduanya menyoroti berbagai isu yang dihadapi keluarga, mulai dari penyalahgunaan narkoba, pergaulan tidak sehat, hingga dinamika sosial kontemporer.

Para pemateri juga menyampaikan langkah-langkah preventif bagi orang tua, termasuk penguatan komunikasi dalam keluarga, pengawasan terhadap pergaulan anak, serta penanaman nilai moral dan keagamaan sejak dini.

Acara ini mengusung konsep “Ngobrol santai tapi penuh makna”, menghadirkan suasana dialogis antara narasumber dan peserta. Peserta diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait pola asuh maupun tantangan yang dihadapi dalam mendidik anak.

 

Penyelenggara berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong praktik pengasuhan yang lebih bijak dan sadar risiko di tingkat keluarga.

Pos terkait