KABUPATEN BOJONEGORO (JATIM), SUARAPANCASILA.ID – Natasha Devianti Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menyoroti masih tingginya angka kemiskinan di wilayah setempat.
Natasha menilai hal tersebut menimbulkan persoalan pernikahan dini yang serius dan memerlukan penanganan lintas sektor.
Natasya menyebut, di pelosok-pelosok desa masih banyak perkawinan dini dan juga angka perceraian masih tinggi di tahun 2025.
Fenomena tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa perkawinan dini bukan hanya isu kemiskinan, tetapi juga merupakan persoalan pembangunan daerah yang memerlukan perhatian dan kerja sama berbagai pihak.
“Permasalahan ini harus menjadi agenda pembangunan yang disinergikan dengan instansi terkait dan masyarakat,” katanya usai menggelar Reses Masa Sidang I Tahun 2026 di Cafe Barista Desa Sembung Kecamatan Kapas, Sabtu (7/2/2026).
Ia pun mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk menekan angka perkawinan dini di Bojonegoro.










