PERAWANG –SUARAPANCASILA.ID- Ribuan warga memadati kawasan Taman Motuyoko, Perawang, sejak sore hari menyusul dibukanya Pasar Bedug Ramadan 1447 H/2026 M. Program parkir gratis yang disediakan panitia disebut menjadi pemicu utama lonjakan pengunjung pada hari-hari awal pelaksanaan.
Sebanyak 85 pelaku UMKM ambil bagian dalam pasar takjil yang digelar mulai 19 Februari hingga akhir Maret 2026, setiap pukul 16.00–20.00 WIB. Beragam kuliner berbuka puasa, minuman segar, hingga produk olahan rumahan memenuhi area yang telah ditata lebih rapi dan tertib.
Bupati Siak, Afni Z, menegaskan bahwa Pasar Bedug Motuyoko merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan selama Ramadan.
“Pasar takjil ini bukan sekadar tempat berburu kuliner berbuka, tetapi juga ruang interaksi masyarakat dan penguatan UMKM.
Kami ingin perputaran ekonomi benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pasar Bedug Taman Motuyoko, Midawati, S.Sos, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat tahun ini meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dengan parkir gratis, fasilitas musala dan toilet bersih, serta hiburan musik religi, pengunjung merasa lebih nyaman. Kami melihat peningkatan arus pengunjung sejak hari pertama,” jelasnya.
Tak hanya menjadi pusat jajanan takjil, pasar bedug ini juga menghadirkan paket buka puasa bersama dan melibatkan pemuda serta koperasi setempat dalam penyelenggaraannya.
Pemerintah Kabupaten Siak berharap Pasar Bedug Motuyoko menjadi ikon Ramadan di Perawang sekaligus magnet ekonomi baru yang mampu mendongkrak omzet UMKM sepanjang bulan suci.










