PRABUMULIH (SUMSEL), SUARAPANCASILA.ID – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih menggelar kegiatan “Pembukaan Informasi Edukasi Melalui Kampanye dan Pergelaran Seni”, yang berlangsung di Atrium City Mall Prabumulih, Selasa (14/10/2025).
Acara ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril, S.Kom., MM, Kepala BNN Kota Prabumulih AKBP Pauzia, SP., M.Si, beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Prabumulih. Turut hadir pula Brigjen Pol. Siallagan, S.I.K, selaku Kepala BNN Provinsi Sumatera Selatan, yang disambut dengan hangat oleh jajaran Pemerintah Kota Prabumulih dan seluruh peserta kegiatan.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kehadiran Kepala BNNP Sumatera Selatan beserta rombongan. Ia juga menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Prabumulih dalam mendukung seluruh program dan langkah konkret BNN dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di wilayah Prabumulih.“Atas nama Pemerintah Kota Prabumulih, kami sangat mengapresiasi dan mendukung setiap langkah yang dilakukan BNN dalam memberantas penyalahgunaan narkoba. Kita ingin mewujudkan Prabumulih sebagai kota yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba. Mari bersama-sama menjaga generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika,” ujar Franky dalam pidatonya.

Kegiatan kampanye ini dikemas secara kreatif melalui pergelaran seni dan penampilan edukatif, dengan tujuan menyampaikan pesan anti-narkoba secara lebih menarik kepada masyarakat, khususnya kalangan generasi muda. Melalui pendekatan seni dan budaya, diharapkan pesan moral tentang bahaya narkoba dapat lebih mudah diterima dan diingat oleh masyarakat luas.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Prabumulih AKBP Pauzia, SP., M.Si menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi BNN dalam memperluas jangkauan edukasi publik. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari gerakan melawan narkoba, dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan kelurahan,” ungkapnya.










