BARITO SELATAN (KALTENG). SUARAPANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) menargetkan program Bedah Rumah dan Rumah Layak Huni (RLH) sebanyak 110 unit rampung 100 persen pada Desember 2026.
Kepala Dinas Perkimtan Barito Selatan, Ir. Muhamad Taufiq, S.T., M.M., mengatakan program tahun ini terdiri dari 90 unit rehabilitasi rumah tidak layak huni dan 20 unit pembangunan rumah baru yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Barito Selatan.
“Alhamdulillah untuk 110 unit tersebut, seluruh material bangunan telah selesai kami salurkan kepada para penerima bantuan. Saat ini pekerjaan fisik masih terus berlangsung di lapangan dan kami pantau terus progresnya,” ujar Taufiq.
Menurut Taufiq, capaian 100 persen penyaluran material tersebut merupakan progres penting. Disebutkannya, proses pengantaran material dilakukan oleh toko bangunan yang ditunjuk langsung oleh Kelompok Penerima Bantuan (KPB), bukan ditunjuk oleh dinas.
“Alhamdulillah, untuk 110 unit tersebut, proses pengantaran material oleh toko bangunan yang ditunjuk langsung oleh Kelompok Penerima Bantuan (KPB) sudah selesai 100 persen. Saat ini pekerjaan fisik sedang berjalan di lapangan,” tegas Taufiq.
Ia menjelaskan, mekanisme pelaksanaan program memang sengaja memberikan keleluasaan kepada Kelompok Penerima Bantuan untuk memilih sendiri toko bangunan. Skema tersebut dimaksudkan agar penerima bantuan dapat secara langsung mengontrol kualitas material bangunan yang mereka terima, sehingga sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Selain untuk menjaga kualitas, skema tersebut juga dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi lokal. Pasalnya, material dibeli dari toko-toko bangunan lokal yang ada di Barito Selatan.
Dinas Perkimtan, lanjutnya, tidak lepas tangan. Pihaknya berperan aktif dalam pendampingan teknis dan pengawasan untuk memastikan pembangunan sesuai dengan spesifikasi teknis rumah layak huni yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami ingin program ini benar-benar tepat sasaran, tidak ada potongan, tidak ada mark-up. Semua material harus diterima penuh dan utuh oleh penerima manfaat. Kami kawal sampai rumahnya jadi dan layak huni,” pungkasnya.
Pemkab berharap dengan rampungnya 110 unit ini pada akhir tahun, angka rumah tidak layak huni (RTLH) di Barito Selatan dapat terus ditekan dan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah dapat meningkat, sehingga memiliki hunian yang layak, sehat, dan aman.











