Pemkab Rejang Lebong Dan BNI Teken MoU Digitalisasi Perbankan, Bidik Layanan Publik Lebih Cepat Dan Transparan

REJANG LEBONG, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong memperkuat transformasi digital pemerintahan melalui kerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman MoU (Memorandum of Understanding) tentang layanan digitalisasi perbankan di Ruang Rapat Bupati Rejang Lebong, Selasa (13/10/2026).

Penandatanganan dilakukan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Rejang Lebong, Bobby Harpa Santana, S.STP., M.Si., bersama Area Head II Wilayah III BNI Region Palembang, Herry Juhaeri, pada pukul 09.30 WIB.

Prosesi tersebut disaksikan Asisten III Setdakab Rejang Lebong Elva Mardiana, S.IP., M.M., Pemimpin Cabang BNI Curup Pratamadhita Nugraha, serta Kepala Bagian Pemerintahan Setdakab Rejang Lebong Syailendrasyah, S.STP.

Bacaan Lainnya

Mewakili Plt Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., Bobby menyampaikan apresiasi kepada BNI atas komitmen dan dukungannya dalam membangun kemitraan strategis dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut pemerintah untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus diiringi penguatan layanan berbasis teknologi informasi yang transparan, efisien, dan akuntabel.

“Di era digital, kita dituntut untuk lebih cekatan dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman. Pembangunan tidak lagi hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi informasi,” ujar Bobby.

Ia menegaskan, kesepakatan dengan BNI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan landasan untuk mengembangkan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi pemerintah dan masyarakat.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), integrasi layanan perbankan, serta upaya mewujudkan visi daerah menuju *smart city*.

Selain mendukung tata kelola keuangan, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan ekosistem pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan sistem informasi dan manajemen rumah sakit. Integrasi teknologi diharapkan dapat membantu meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan keterpaduan pelayanan.

Bobby juga menyoroti pentingnya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia berbasis teknologi informasi.

Menurutnya, UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat yang perlu didukung melalui akses layanan perbankan digital dan pengembangan kapasitas usaha.

“Seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah perlu menindaklanjuti kesepakatan dengan BNI ini melalui langkah-langkah konkret sesuai tugas dan fungsi masing-masing, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Area Head II Wilayah III BNI Region Palembang, Herry Juhaeri, menyampaikan bahwa BNI telah memiliki jaringan pelayanan di Kabupaten Rejang Lebong, meliputi ATM, kantor cabang, dan agen BNI.

Melalui kerja sama tersebut, BNI siap mendukung layanan digitalisasi perbankan untuk memudahkan masyarakat melakukan berbagai transaksi, termasuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), rekening Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), tagihan listrik, serta transaksi lainnya.

Herry juga menyebutkan bahwa BNI di Rejang Lebong saat ini memiliki sekitar 40.000 nasabah.Kerja sama Pemkab Rejang Lebong dan BNI ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperluas pemanfaatan layanan keuangan digital, meningkatkan efisiensi pelayanan pemerintahan, serta membuka peluang pengembangan UMKM di Kabupaten Rejang Lebong.

suarapancasilaid'

Pos terkait