Pemkot Palembang Ajak Pelajar NU Bijak Hadapi Derasnya Arus Digital

PALEMBANG, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kota Palembang mengajak generasi muda Nahdlatul Ulama (NU), khususnya para pelajar, untuk mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan, akhlak mulia, dan jati diri bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Palembang, Sulaiman Amin, saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) serta Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Provinsi Sumatera Selatan Masa Khidmat 2025–2028 di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jumat (21/8/2026).

Mewakili Pemerintah Kota Palembang, Sulaiman Amin menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada jajaran kepengurusan IPNU dan IPPNU yang baru dilantik.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pelantikan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum awal untuk memperkuat semangat pengabdian dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat serta daerah.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi merupakan tonggak awal untuk memperkuat semangat pengabdian dan menghadirkan kontribusi nyata bagi daerah,” ujar Sulaiman.

Ia menilai IPNU dan IPPNU memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.Terlebih, derasnya arus informasi dan penggunaan media sosial membuat generasi muda harus memiliki kemampuan untuk memilah serta memanfaatkan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab.

“Para pelajar dituntut cerdas memanfaatkan kecanggihan teknologi, tetapi tetap harus memegang teguh nilai keagamaan, akhlak mulia, dan jati diri bangsa,” katanya.

Sulaiman juga berharap IPNU dan IPPNU dapat menjadi ruang pembinaan yang positif bagi para pelajar. Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi wadah bagi remaja untuk belajar berorganisasi, berdiskusi, mengasah kreativitas, sekaligus mengembangkan potensi kepemimpinan.

Menurutnya, pembinaan generasi muda menjadi semakin penting untuk menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk dampak negatif dari perkembangan teknologi dan derasnya informasi di media sosial.

“IPNU dan IPPNU diharapkan hadir sebagai ruang pembinaan positif, tempat para remaja belajar berorganisasi, berdiskusi, serta mengembangkan potensi kepemimpinan untuk menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.

Selain pelantikan, Sulaiman menilai pelaksanaan Rapimwil memiliki arti penting dalam menentukan arah gerak organisasi ke depan. Forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan program-program kerja yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

“Kami berharap forum Rapimwil ini mampu melahirkan berbagai program kerja yang inovatif, relevan dengan kebutuhan anak muda, dan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas,” tutur Sulaiman.

Ia pun berharap organisasi pelajar NU tersebut dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga integritas dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.“Dari wadah organisasi ini kita berharap lahir calon-calon pemimpin masa depan yang berintegritas, kompeten, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” pungkasnya.

suarapancasilaid'

Pos terkait