Percepat Penanganan Banjir, Pemda Tanah Laut Perkuat Kolaborasi Teknis hingga Pintu Air

Tanah Laut(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID — Banjir yang kembali menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Laut menjadi alarm keras bagi Pemerintah Daerah untuk bergerak cepat dan terukur. Tak ingin penanganan berjalan setengah-setengah, Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto turun langsung ke lapangan, memimpin agenda monitoring percepatan penanganan banjir bersama jajaran tim teknis terkait.

Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan solusi jangka pendek dan jangka panjang berjalan efektif, tepat sasaran, dan menjawab kebutuhan riil masyarakat terdampak. Banjir, bagi pemerintah daerah, bukan semata persoalan air yang meluap, tetapi juga soal tata kelola, koordinasi, dan keberanian mengambil langkah strategis.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanah Laut, H. Syakhril, menjelaskan bahwa fokus awal penanganan diarahkan pada upaya memperlancar aliran air menuju laut. Langkah jangka pendek ini dinilai krusial untuk menurunkan genangan di kawasan pemukiman warga, sekaligus mencegah banjir berkepanjangan.

Bacaan Lainnya

Upaya tersebut tidak dijalankan sendiri. Pemerintah Daerah memperkuatnya melalui kolaborasi strategis dengan pihak swasta, yakni PT STI. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci percepatan penanganan, mengingat kompleksitas persoalan banjir yang tidak bisa diselesaikan secara parsial.

Kesepakatan teknis kolaborasi tersebut mengemuka dalam rapat bersama antara Dinas PUPR, para kepala desa, tokoh masyarakat Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur, serta perwakilan PT STI. Rapat digelar pada Senin (12/1/2026) di Aula Kantor Kecamatan Bumi Makmur, dengan agenda utama membahas rencana kegiatan normalisasi bendung dan saluran di wilayah PT STI.

Dalam forum tersebut, ditentukan titik-titik strategis rencana pembuatan sodetan dan crossing sebagai langkah percepatan penurunan air dari kawasan pemukiman menuju muara laut. Penentuan lokasi dilakukan secara cermat, mempertimbangkan kondisi lapangan dan masukan langsung dari pemerintah desa setempat.

Secara teknis, Dinas PUPR melalui Bidang Bina Marga telah mulai mengerjakan pembangunan sodetan atau crossing di jalan poros Kurau Utara dan Handil Maluka. Titik-titik pengerjaan ditetapkan berdasarkan data riil yang disampaikan oleh kepala desa, dengan tujuan agar air yang menggenangi pemukiman dapat segera dialirkan dan surut.

Sementara itu, Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR melakukan pengerukan sungai secara intensif sebagai bagian dari program normalisasi. Aliran air dari pemukiman warga diarahkan menuju lahan kosong yang merupakan Hak Guna Usaha (HGU) PT STI, yang difungsikan sebagai area parkir air sementara sebelum dialirkan lebih lanjut ke laut.

Langkah kolaborasi selanjutnya adalah memaksimalkan fungsi seluruh pintu air yang ada di wilayah Handil Maluka untuk mengatur debit air secara presisi.

Pemerintah berencana membangun pintu air baru yang berfungsi ganda: menahan intrusi air laut agar tidak masuk ke pemukiman saat pasang, sekaligus membuang air dari daratan ke laut secara efektif.

Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan debit air dan memastikan seluruh pengerjaan teknis selesai tepat waktu guna meminimalisir risiko banjir di masa mendatang.

Dengan rangkaian langkah teknis dan kolaborasi yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berharap penanganan banjir tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga menjadi fondasi sistem pengendalian banjir yang lebih berkelanjutan ke depan.(suarapancasila.id-foto:ist/mctala)

Pos terkait