KABUPATEN BOJONEGORO (JATIM), SUARAPANCASILA.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan di halaman kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (10/1/2026).
Upacara peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan ini diikuti segenap jajaran pengurus DPC PDIP Bojonegoro, KSB PAC se-kabupaten Bojonegoro, Ketua Komunitas juang SICITA PDI Perjuangan se-Kabupaten Bojonegoro, Satgas Cakrabuana dan seluruh badan dan sayap partai dan pengurus ranting dan anak ranting
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro Bambang Sutriyono memberikan pesan yang disampaikan oleh M. Hasan Abrori, bahwa ia menekankan pentingnya menjaga soliditas, konsisten dan berdaulat secara ideologis.
” Dengan semangat HUT ke-53, PDI Perjuangan ke depan harus semakin solid, berdaulat secara ideologis, konsisten berada digaris perjuangan rakyat”, kata M. Hasan Abrori.
Selain itu, mampu menjawab berbagai tantangan kebangsaan dengan berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan ajaran Bung Karno.
Selaku inspektur upacara M. Hasan Abrori menyebutkan bahwa, perjalanan panjang sejarah PDI Perjuangan tentu menuai hasil yang membanggakan yakni merebut kemenangan 4 kali dalam pemilu. Tahun 1999, tahun 2014, tahun 2019 dan terakhir tahun 2024.
Ia pun mengatakan bahwa, PDI Perjuangan menegaskan diri sebagai Partai Penyeimbang dengan kerja nyata di tengah rakyat di tengah berbagai bencana yang melanda di Tanah Air, dengan spirit kemanusian, keadilan dan keberpihakan kepada rakyat.
” Sebagaimana kita lihat kemarin pada penanganan bencana yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna PDIP) di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sulawesi Utara, Jawa Barat dan wilayah lain yang terkena bencana”, jelasnya.
Selain itu, pada tema HUT ke 53 kali ini adalah “Satyam Eva Jayate” dan sub tema “Disanalah Aku berdiri untuk selama-lamanya” kalimat Satyam Eva Jayate menjadi perisai moral dengan standar kebenaran ideologi Pancasila dengan spirit kelahirannya pada tanggal 1 Juni 1945.
Sementara itu, bagi para pemuda, Satyam Eva Jayate bukan sekedar slogan, namun pesan moral dalam dunia digital untuk berani berbicara kritis sebagai cermin kebebasan berpendapat yang dilindungi Konstitusi serta berani menempuh jalan ‘anti mainstream’ di dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
Sedangkan kalimat “Disanalah Aku berdiri untuk selama-lamanya” yang dikutip dari lagu kebangsaan Indonesia Raya karya Wr. Supratman itu menggambarkan daya tahan yang menyertai satyam eva jayate dan juga menggambarkan kesetiaan pada jalan kerakyatan ditengah godaan pragmatisme politik.
Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan, sambungnya, marilah kita jadikan momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi partai, konsolidasi politik, refleksi ideologi, serta memperkuat gotong royong dan mempererat tali persatuan kepada seluruh kader dan simpatisan partai.
” Selamat Hari Ulang Tahun PDI Perjuangan yg ke-53. Satyam Eva Jayate, Disanalah aku berdiri selama-lamanya. Semoga Alloh SWT Selalu menyertai dan memberkahi langkah Perjuangan kita bersama”, pungkasnya.










