Takisung, TANAH LAUT (KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – 10 April 2025 – Angin sejuk Pegunungan Batilai jadi saksi berkumpulnya ratusan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari seluruh penjuru Tanah Laut. Bertempat di Rumah Makan Pegunungan Batilai, Forum PPG PAI Tala 2024 menggelar acara halal bihalal sekaligus syukuran atas kelulusan para guru dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun anggaran 2024.
Sebanyak 106 guru PAI berhasil menuntaskan program sertifikasi ini: 80 orang pada batch pertama dan 26 orang pada batch kedua, mencakup berbagai jenjang pendidikan dari SD, SMP, SMA/SMK hingga SLB. Prosesnya pun tak ringan—enam bulan masa pendidikan dan seleksi ketat harus dilalui sebelum akhirnya mereka resmi menyandang status guru profesional bersertifikasi.
Namun, seperti disampaikan Abdillah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tanah Laut yang hadir mewakili Bupati Tala, pencapaian ini bukanlah akhir. Justru ini adalah awal dari babak baru perjuangan moral dan intelektual.
“Ini bukan sekadar tentang kelulusan, ini tentang kesiapan mengemban tanggung jawab besar dalam membimbing peserta didik dengan nilai-nilai Islam yang menyeluruh. Terutama dalam membangun karakter mereka sebagai penerus bangsa,” tegas Abdillah di hadapan para guru.
Ia menekankan, keberhasilan penanaman nilai-nilai keagamaan di sekolah sangat bergantung pada integritas, kompetensi, dan keteladanan para guru. Menurutnya, guru PAI adalah ujung tombak pembentukan moral generasi.
“Sertifikat PPG yang Bapak Ibu kantongi hari ini bukan sekadar bukti kelulusan, tapi bukti bahwa Bapak Ibu adalah pribadi pilihan. Pilihan yang dipercayakan untuk membentuk wajah pendidikan Tala yang lebih berkarakter, lebih berakhlak,” lanjutnya.
Kelulusan PPG ini menjadi momentum penting di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Guru-guru PAI diharapkan tidak hanya andal dalam menyampaikan materi, tetapi juga konsisten dalam menjadi teladan dan membentuk jiwa anak-anak bangsa melalui pendekatan nilai dan akhlak.
Apresiasi atas Dukungan Kolektif
Forum PPG PAI Tala 2024 juga memberikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang dinilai memiliki peran krusial dalam kelancaran proses sertifikasi ini. Bupati Tanah Laut, Kepala Kantor Kementerian Agama Tala, Kepala Disdikbud, Kepala BKPSDM, Ketua Baznas, dan Ketua DPD Asosiasi Guru PAI Indonesia (AGPAII) Tanah Laut termasuk di antara penerima penghargaan.
Apresiasi ini bukan semata bentuk seremonial, tetapi pengakuan bahwa pendidikan, khususnya pendidikan agama, adalah hasil kerja kolektif dari berbagai unsur pemerintahan dan organisasi profesi.
Tanggung Jawab Tak Berhenti di Kelas
Lebih dari sekadar pengajar, para guru PAI diharapkan mampu menjadi penjaga moralitas di tengah arus perubahan zaman. Dengan kelulusan PPG ini, mereka dituntut menjadi agen perubahan yang membawa pendidikan lebih dari sekadar transfer ilmu—tetapi sebagai proses panjang pembentukan nilai hidup.
“Tala tidak cukup hanya dengan generasi cerdas. Kita butuh generasi berkarakter. Dan karakter itu dibangun lewat teladan. Lewat akhlak. Lewat guru-guru seperti Bapak Ibu semua,” ujar Abdillah, menutup sambutannya.
Hari itu, di tengah hamparan alam Tanah Laut yang tenang, berkumpullah para guru dengan sertifikat di tangan. Tapi bukan gelar yang menjadi kebanggaan. Melainkan kesadaran akan amanah yang kini lebih nyata. Karena sejatinya, guru agama bukan sekadar mengajar, tapi menghidupkan nilai dalam jiwa.
Tak ada yang lebih bermakna bagi seorang guru agama selain pengakuan akan kompetensi dan integritasnya. Tapi di balik pengakuan itu, tersimpan tanggung jawab besar. Tanggung jawab yang tak hanya tertulis di atas sertifikat, tetapi melekat pada akhlak dan tindakan. Di Tanah Laut, Kalimantan Selatan, ratusan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tak sekadar dinyatakan lulus. Mereka sedang dipanggil untuk tugas yang lebih dalam: membentuk moral generasi.
Sumber : Diskominfostasan Tala










