Relawan SPPG, Petani hingga UMKM Brebes Kompak Demo Dukung Program MBG

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Ratusan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), petani, peternak, pelaku UMKM, hingga pemasok bahan pangan di Kabupaten Brebes menggelar aksi unjuk rasa untuk menyatakan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (29/6/2026).

Aksi dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dari Stadion Karang Birahi. Massa kemudian berjalan menuju Pendopo Kabupaten Brebes sambil membawa spanduk dan menyampaikan orasi yang berisi dukungan agar program MBG tetap dilanjutkan.

Para peserta aksi menilai program yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak sebagai penerima makanan bergizi, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Formagi (Forum Mitra Ketahanan Gizi), Untung Surodi, mengatakan program MBG telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pihak-pihak yang menolak program tersebut tidak melihat kondisi masyarakat yang masih membutuhkan.

“Program presiden ini sangat membantu. Tidak hanya kepada penerima manfaat, tetapi juga ikut menghidupi pelaku UMKM. Petani sekarang bisa menjual hasil panennya untuk kebutuhan MBG, mulai dari telur, daging ayam, sayur hingga buah-buahan,” kata Untung usai aksi.

Salah seorang pemasok telur ayam, Ruswad, warga Desa Rungkang, Kecamatan Losari, mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut. Penjualan telurnya meningkat signifikan sejak memasok kebutuhan MBG.

“Sekarang sehari bisa menjual sekitar tujuh peti telur. Sebelum ada MBG paling banyak hanya tiga peti,” ujarnya.

Aksi tersebut diterima langsung oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Wakil Bupati Brebes Wurja, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Brebes.

Di hadapan massa, Paramitha mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan akan diteruskan kepada pemerintah pusat.

“Kemarin ada yang menyampaikan penolakan terhadap MBG juga saya temui dan saya teruskan. Sekarang aspirasi dari teman-teman yang mendukung juga akan kami teruskan,” kata Paramitha.

Menurutnya, program MBG memberikan manfaat besar bagi Kabupaten Brebes karena masih banyak masyarakat yang masuk kategori miskin dan membutuhkan dukungan pemenuhan gizi. Selain itu, program tersebut juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui keterlibatan UMKM dan pemasok bahan pangan lokal.

“Kabupaten Brebes masih memiliki warga yang masuk kategori miskin, sehingga kami sangat terbantu dengan program MBG. Di sisi lain, program ini juga sangat membantu pelaku UMKM di Brebes,” pungkasnya.

suarapancasilaid'

Pos terkait