Reses Perdana Tahun 2026, Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar Serap Aspirasi Masyarakat di Bumirejo

KAB. BOJONEGORO (JATIM), SUARAPANCASILA.ID – Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar kembali turun menyerap aspirasi di tengah masyarakat melalui Reses Masa Sidang I Tahun 2026 yang digelar di Desa Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru, Sabtu (7/2/2026) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Abdullah Umar menyampaikan sejumlah capaian program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro yang telah berjalan dan memaparkan arah kebijakan dan program prioritas Pemkab yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.

Umar menegaskan pentingnya pemerintah daerah untuk terus melakukan terobosan-terobosan strategis demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

“Pembangunan infrastruktur memang penting dan harus terus dilanjutkan. Tapi yang tak kalah penting adalah bagaimana pembangunan itu berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat, pengurangan kemiskinan, dan terbukanya lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Dia menyebutkan, selain pembangunan jalan, jembatan, irigasi, pendidikan, kesehatan, Penerangan Jalan Umum (PJU), serta sarana dan prasarana pertanian, Pemkab Bojonegoro juga harus fokus pada penurunan angka kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pemberdayaan UMKM.

Menurutnya, pembangunan yang ideal bukan hanya menghasilkan infrastruktur yang mantap, tetapi juga menghadirkan masyarakat yang makmur dan mandiri secara ekonomi.

Ketika dialog terbuka, berbagai aspirasi masyarakat dikemukakan secara terbuka. Mulai dari kebutuhan pembangunan sarana pendidikan dan keagamaan, seperti musholla, masjid, madrasah diniyah (Madin), hingga penguatan lembaga pendidikan formal.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan peningkatan sarana dan prasarana pertanian, termasuk bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), perbaikan jalan dan jembatan desa, pembangunan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) dan PJU, serta pengadaan sarana prasarana bagi organisasi kemasyarakatan keagamaan, kepemudaan, dan fasilitas olahraga.

Tak hanya itu, warga juga berharap adanya bantuan dan pendampingan bagi pelaku UMKM, agar usaha kecil di desa dapat berkembang dan menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Salah satu usulan strategis yang mengemuka dalam reses tersebut adalah pembangunan Waduk Pejok di Kecamatan Kepohbaru.

Umar menegaskan bahwa proyek tersebut perlu menjadi prioritas utama pembangunan di wilayah Kepohbaru.

“Waduk Pejok ini dampaknya sangat besar, khususnya bagi pertanian di wilayah timur Kabupaten Bojonegoro yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Saat musim hujan tidak kebanjiran, dan ketika musim kemarau petani tidak kesulitan air,” jelasnya.

Dia menilai, keberadaan waduk tersebut akan menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sumber daya air, sekaligus menopang ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di kawasan tersebut.

Turut dalam reses tersebut, unsur Forpimcam Kepohbaru, Camat Kepohbaru, Danramil, Kapolsek, Kepala Desa Bumirejo, Ketua MWC NU Kecamatan Kepohbaru, serta tokoh masyarakat dan perwakilan masyarakat 25 desa.

Umar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat dan memperjuangkan program pembangunan yang berpihak pada rakyat, serta memastikan kebijakan daerah benar-benar menyentuh kebutuhan nyata masyarakat di tingkat desa.

Pos terkait