RS Indonesia-UAE Solo, Menkes Budi: Standar Baru Rumah Sakit di Indonesia

JATENG, SUARAPANCASILA.ID – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Rumah Sakit Indonesia-United Arab Emirates (RSI-UAE) yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto hari ini di Solo bukan hanya fasilitas kesehatan biasa, melainkan menjadi tonggak baru transformasi layanan kesehatan di Tanah Air.

Dihadapan Presiden Prabowo Subianto, Menkes Budi menyebut RSI-UAE sebagai simbol nyata kerja sama Indonesia-Uni Emirat Arab sekaligus prototipe rumah sakit modern yang harus ditiru di seluruh Indonesia.

“Jadi persembahan rumah sakit ini bukan hanya persembahan biasa, tapi juga lambang dari kerja sama antara bangsa Indonesia dan bangsa UAE,” tegas Menkes Budi dalam laporan langsungnya saat peresmian.

Bacaan Lainnya

Lebih jauh, Menkes mengungkap bahwa rumah sakit senilai Rp400 miliar yang 100% hibah dari UAE ini telah menjadi rujukan nasional bahkan sebelum resmi beroperasi. Puluhan direktur rumah sakit vertikal Kemenkes dan RSUD dari berbagai provinsi sengaja didatangkan ke Solo untuk melihat langsung standar yang harus dicapai.

“Bapak Presiden, rumah sakit ini sudah dikunjungi oleh seluruh direktur utama rumah sakit pemerintah, juga beberapa direktur utama RSUD, untuk menjadi standar kalau membangun rumah sakit seperti ini,” ungkapnya.

Menkes Budi juga menyampaikan bahwa anggaran Rp66 triliun yang digelontorkan Presiden Prabowo Subianto untuk pembangunan dan renovasi ribuan rumah sakit di kabupaten/kota kini memiliki “contoh nyata” yang bisa langsung dilihat dan diterapkan.

“Jadi Bapak Presiden sudah memberikan anggaran untuk membangun rumah sakit, itu saya bawa sebagian ke sini untuk dilihat sebagai contoh, mudah-mudahan nanti jadinya seperti ini,” ujarnya dengan nada penuh harap.

Menkes tak menyembunyikan kekhawatiran pihak UAE yang telah menghibahkan puluhan rumah sakit di berbagai negara, namun banyak yang gagal optimal karena operasional buruk. Untuk itu, ia mengambil langkah tegas dengan menugaskan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta sebagai “penjamin mutu”.

“Teman-teman dari UAE khawatir, karena mereka sudah membantu hibah beberapa puluh rumah sakit di seluruh dunia, operasionalnya yang jelek. Itu sebabnya kami menugaskan RSUP Sardjito untuk memastikan bahwa dokter terbaiknya ada di rumah sakit ini, langsung mengakselerasi kualitas operasionalnya, mengangkat teman-teman dari RSUD Solo supaya bisa cepat mengambil alih di sini,” paparnya.

Budi juga mengamankan komitmen jangka panjang: pertukaran tenaga medis dan knowledge sharing langsung dengan UAE.

“Dan kami sudah mendapat komitmen bantuan dari UAE bahwa kita juga boleh datang ke sana, orang mereka juga boleh datang ke sini, agar bisa saling meningkatkan kemampuan masing-masing,” tutup Menkes Budi.

Dengan nada mantap, Budi Sadikin menutup laporannya: “Demikian laporan singkat dari kami, Bapak Presiden yang mulia.”

Peresmian RSI-UAE ini menjadi bukti konkret bahwa Menkes Budi tidak hanya berbicara transformasi kesehatan, tapi langsung menunjukkan bentuk nyata standar baru yang ia inginkan untuk seluruh Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *