BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA .ID – RSUD Brebes kini tampil dengan wajah baru. Rumah sakit daerah ini menempatkan keramahan sebagai budaya kerja yang nyata. Setiap pasien yang datang disambut dengan senyum hangat, sapaan ramah, dan perhatian tulus dari petugas medis hingga staf administrasi. Sentuhan humanis ini jadi modal penting untuk meringankan beban psikologis pasien dan keluarga, sekaligus memperkuat proses penyembuhan.
Transformasi pelayanan ini berawal dari arahan Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE., MM., yang menegaskan komitmen peningkatan kualitas layanan kesehatan. Dalam pernyataannya yang sempat viral di media sosial, ia menekankan bahwa tidak boleh ada lagi tenaga kesehatan yang bersikap ketus atau judes kepada pasien, meskipun pelayanan menggunakan BPJS Kesehatan.
Menurutnya, masyarakat yang sedang sakit membutuhkan perhatian penuh, bukan sikap dingin dari tenaga medis. Arahan tersebut jadi titik balik bagi manajemen RSUD Brebes untuk melakukan perubahan nyata.
Direktur RSUD Brebes, drg. Adhi Supriadi, M.Kes menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan pasien adalah prioritas utama. “Kami ingin setiap pasien merasa tenang dan aman saat berada di sini. Senyum dan keramahan petugas adalah bentuk dedikasi kami untuk melayani dengan sepenuh hati,” ujarnya.
RSUD Brebes juga menghadirkan inovasi layanan, seperti SIPOSAN RAMAH (Sistem Informasi Posisi Antrean Ramah) untuk pasien rawat jalan, serta kemudahan layanan BPJS yang kini cukup dengan membawa KTP. Selain itu, rumah sakit ini menyediakan layanan eksekutif dan fasilitas modern, termasuk layanan jantung invasif untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.
Wakil Direktur Pelayanan, Pengendalian & Mutu RSUD Brebes, dr. Aries Suparmiati, M.Sc, Sp.A., menambahkan bahwa keramahan adalah bagian dari strategi peningkatan mutu layanan. “Kita sadar, antrean panjang bisa membuat pasien kesal. Namun, senyum tulus dari petugas seringkali menjadi penyegar yang membuat suasana lebih ringan. Ini membuktikan bahwa sentuhan humanis sama pentingnya dengan obat-obatan medis,” jelasnya.
Sejumlah pasien turut merasakan perubahan tersebut. Seorang warga Tanjung mengaku terkejut dengan pelayanan RSUD Brebes. “Saya kira rumah sakit daerah biasa saja, ternyata salah total! Dari pendaftaran sampai ke poli, semua petugas senyum dan sabar menjelaskan setiap langkahnya,” tuturnya dengan puas.
Siti (40), pasien lainnya, mengaku mendapat dukungan emosional dari perawat saat menunggu hasil laboratorium. “Saat saya cemas menunggu hasil lab, perawat di ruang tunggu sempat datang menanyakan kabar dan memberi semangat. Itu mungkin hal kecil bagi mereka, tapi bagi saya artinya sangat besar,” ujarnya dengan haru.
Dengan kombinasi tenaga medis kompeten, fasilitas modern, dan budaya keramahan yang tulus, RSUD Brebes kini bukan hanya menjadi tempat penyembuhan penyakit fisik. Lebih dari itu, rumah sakit ini hadir sebagai mitra yang peduli terhadap kesembuhan emosional pasien dan keluarganya.
Kehadiran RSUD Brebes dengan wajah baru yang lebih humanis jadi bukti bahwa pelayanan kesehatan yang ramah dan empatik mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat sekaligus mengubah citra rumah sakit daerah menjadi lebih bermakna.










