Tak Hanya Kader, Simpatisan PDI-P Brebes Ikut Nyatakan Kecewa atas Hasil Konfercab 2025


BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Dinamika internal PDI Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Brebes pasca-Konferensi Cabang (Konfercab) 2025 terus bergulir. Tidak hanya kader dan pengurus partai, simpatisan di tingkat akar rumput juga mulai menyuarakan kekecewaan terhadap hasil konfercab yang menetapkan Cahrudin sebagai Ketua DPC PDI-P Brebes periode 2025–2030.

Puluhan simpatisan PDI-P di Kecamatan Wanasari berkumpul di kediaman simpatisan senior, Suroso Bono Gesik, Selasa (13/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, mereka menyampaikan penilaian bahwa keputusan Konfercab yang digelar di Hotel Patra Semarang pada 27 Desember 2025 dinilai tidak sejalan dengan aspirasi mayoritas pengurus anak cabang (PAC) dan simpatisan.

“Sebenarnya ini wilayah internal partai. Namun sebagai simpatisan, kami juga punya pandangan. Intinya, kami merasa kecewa dengan hasil Konfercab,” kata Suroso, simpatisan asal Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari.

Bacaan Lainnya

Suroso yang juga mantan anggota DPRD Brebes periode 1999–2004 dari PDI-P itu menyebut, sikap serupa tidak hanya datang dari Wanasari, tetapi juga disampaikan oleh simpatisan di sejumlah kecamatan lain. “Banyak yang menyampaikan ke saya dan dibahas dalam musyawarah. Kesimpulannya, ada rasa kecewa,” ujarnya.

Ia menambahkan, simpatisan akan menyikapi perkembangan tersebut dengan berkoordinasi bersama kader yang lebih dulu menyatakan mundur dari kepengurusan partai. “Ini bukan semata soal figur, tetapi menyangkut marwah partai yang menurut kami perlu dijaga,” kata Suroso.

Sebelumnya, dua kader PDI-P Brebes, Asrofi dan Jamaludin, menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan partai. Jamaludin, yang menjabat Bendahara PAC Brebes, menyampaikan pengunduran dirinya pada Rabu (7/1/2026).

“Mayoritas PAC mendukung Pak Indra Kusuma, tetapi hasil akhirnya berbeda dari aspirasi yang berkembang di tingkat PAC dan ranting,” kata Jamaludin saat itu.

Sehari kemudian, Asrofi mendatangi Kantor DPC PDI-P Brebes untuk menyerahkan surat pengunduran diri. Karena kantor dalam kondisi tertutup, surat tersebut kemudian dikirimkan secara digital kepada Ketua DPC PDI-P Brebes, Cahrudin.

“Hari ini saya menyerahkan pengunduran diri sebagai kader PDI-P Kabupaten Brebes,” ujar Asrofi, Kamis (8/1/2026).

Menurut Asrofi, proses Konfercab dinilai tidak sesuai dengan mekanisme yang selama ini dipahami oleh kader di tingkat bawah. “Biasanya usulan berasal dari ranting dan PAC. Namun nama yang ditetapkan justru tidak pernah diusulkan,” katanya.

Sesuai mekanisme partai, setiap PAC berhak mengusulkan tiga nama calon Ketua DPC dan dua nama calon Ketua DPD dalam proses penjaringan. Dalam rapat penjaringan yang digelar pada September 2025 di Kantor DPC PDI-P Brebes dan Pendopo Bumiayu, seluruh 17 PAC di Kabupaten Brebes disebut secara solid mengusulkan nama Indra Kusuma sebagai calon Ketua DPC.

Selain Indra Kusuma, nama M. Taufik diusulkan oleh delapan PAC, sementara Tri Murdiningsih diusulkan oleh lima PAC. Ketiga nama tersebut kemudian diajukan oleh DPC PDI-P Brebes kepada DPD PDI-P Jawa Tengah sebagai bagian dari tahapan organisasi.

Namun, keputusan akhir Konfercab yang menetapkan Cahrudin sebagai Ketua DPC PDI-P Brebes periode 2025–2030 justru memicu kekecewaan di kalangan sebagian kader dan simpatisan. Pengunduran diri tersebut kemudian diikuti oleh sejumlah kader dari PAC Bulakamba, Bumiayu, serta Komunitas Juang pada Sabtu (10/1/2026).

Mereka menyerahkan kartu tanda anggota (KTA) sebagai bentuk sikap protes. “Kami menyayangkan keputusan yang tidak mengakomodasi usulan PAC,” kata Sekretaris PAC Bulakamba, Dede Nurerozi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengurus DPC maupun DPD PDI-P terkait respons atas sikap kader dan simpatisan tersebut.

Pos terkait