BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan becak listrik melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) untuk membantu pengayuh becak lanjut usia tetap mencari nafkah. Di Kabupaten Brebes, bantuan ini menjadi dukungan bagi Sugiman, 70 tahun, yang masih bekerja sebagai pengayuh becak meski kekuatan fisiknya tak lagi seperti dahulu.
Warga Kelurahan Brebes itu mengaku bersyukur menerima becak listrik tersebut. Selama ini, ia mengandalkan tenaga fisik untuk mengayuh becak demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kendaraan listrik itu diharapkan dapat meringankan pekerjaannya sekaligus membantunya mempertahankan kemandirian.

“Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas bantuan becak listrik ini. Becak listrik ini sangat membantu dan mempermudah saya dalam menjalankan pekerjaan sebagai pengayuh becak, apalagi di usia saya sekarang tenaga sudah tidak sekuat dulu,” kata Sugiman saat mengikuti pelatihan becak listrik di halaman Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Jumat (23/10/2026).
Bagi Sugiman, tetap bekerja berarti mempertahankan sumber penghasilan di usia senja. Bantuan tersebut menjadi sarana untuk melanjutkan pekerjaannya dengan tuntutan fisik yang lebih ringan.
Untuk mendukung penggunaan kendaraan secara aman, Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar pelatihan yang dibuka Wakil Bupati Brebes, Wurja, di halaman KPT Brebes.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari cara mengoperasikan becak listrik, menggunakan rem dan lampu sein, mengisi daya baterai, serta merawat kendaraan. Mereka juga mendapat pembekalan mengenai keselamatan berkendara, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, dan perlindungan bagi penumpang serta pengguna jalan lainnya.
Pemkab Brebes mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional atas bantuan bagi para pengayuh becak, terutama mereka yang lanjut usia dan masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pemerintah daerah juga mendorong para penerima merawat dan memanfaatkan kendaraan tersebut secara produktif agar manfaatnya berkelanjutan.
Bagi Sugiman, becak listrik menjadi kesempatan untuk terus mengayuh penghidupan tanpa terlalu terbebani oleh berkurangnya kekuatan fisik. Ia tetap bisa menjalani pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.











