MURATARA, SUARAPANCASILA.ID – Tewasnya warga Kota Lubuklinggau saat menghadiri pesta hajatan di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara karena diduga overdosis masih menyisakan sejumlah permasalahan.
Aparat Kepolisian Resort Muratara masih melakukan penyelidikan, dikarenakan keterangan dari pihak Puskesmas Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir bahwa korban saat tiba di sana sudah meninggal, serta dinyatakan overdosis.
Hal ini juga dibenarkan oleh Kapolres Muratara, AKBP Koko Arianto Wardani.
“Kami masih meyeelidiki apakah korban mengkonsumsi narkoba di lokasi acara atau sebelum datang kesana,” ungkapnya.
Ditambahkan Koko Arianto pihaknya juga sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi, mulai dari pemilik dan operator organ tunggal serta DJ acara tersebut.
“Kepala Desa Batu Kucing juga dimintai keterangan apakah pihak penyelenggara telah mengantongi izin keramaian dari perangkat desa untuk menggelar orgen tunggal,” terangnya.
Sedangkan penyelenggara hajatan belum hadir, karena meminta waktu untuk menyelesaikan acara pernikahan tersebut.
Saat disinggung mengenai foto korban Mamat dengan mulut berbusa yang beredar di media sosial dan banyak tanggapan dari netizen tentang pesta yang dihibur DJ Remix tersebut.
Kapolres menanggapi bahwa pihaknya telah melakukan upaya dengan maksimal dengan cara melakukan penangkapan dan ungkap kasus.
Saya akui memang ada dugaan beberapa oknum anggota kami yang terlibat di dalamnya. Maka, harapan kami, jika ada masyarakat yang melihat tolong segera laporkan ke kami untuk kami tangkap dan pidanakan meski itu anggota kami sendiri,” tegas Kapolres, Senin (13/5/2024).
Dan kami juga, kata Kapolres, minta bantuan masyarakat dalam ungkap kasus narkoba di Muratara.
Kami tidak akan berhasil tanpa bantuan masyarakat. Namun berikan kami informasi yang valid, tidak usah takut, pelapor akan kami rahasiakan,” tutur Kapolres.
Menurut Kapolres, pengungkapan narkoba tidak mudah. Karena ini menyangkut sejumlah uang yang dihasilkannya, sehingga banyak yang tergiur dalam transaksi narkoba.
Dan sering juga kami gagal tangkap dan ungkap karena ada beberapa oknum warga yang menjadi mata-mata pengedar narkoba.
Bahkan pernah kita sampai dihadang oleh beberapa oknum warga demi menyelamatkan sang pengedar yang dianggap oleh mereka sebagai dermawan,” tuturnya.