Tiga Hari, Alun-alun Brebes Jadi Lautan Doa, Festival Seni Budaya, dan Lomba Kreativitas

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Alun-alun Brebes seakan tak pernah berhenti berdenyut. Selama tiga hari berturut-turut, kawasan ini disulap menjadi panggung besar perayaan Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-348. Mulai dari yang khidmat penuh doa, yang meriah dengan festival seni budaya, hingga puncak gemerlap lomba kreativitas dan hiburan rakyat.

Kemarin, Jumat (16/1/2026) malam dengan Pengajian Akbar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Ribuan jamaah memenuhi Alun-alun, larut dalam tausiyah Ustadz Wijayanto yang menekankan pentingnya doa sebagai sumber keberkahan.

“Ulang tahun kok ada istighosah dan pengajian, ini tanda keberkahan akan turun di tempat ini (Brebes),” ujarnya. Jamaah serentak menjawab dengan “amin”, sementara ribuan lampu HP yang dinyalakan membuat Alun-alun tampak seperti lautan cahaya.

Bacaan Lainnya

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar doa bersama, melainkan ikhtiar membangun Brebes dengan keberkahan. Malam itu, Alun-alun menjadi simbol spiritualitas yang menyatukan masyarakat lintas usia.

“Malam ini kita memperingati Isro Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam sekaligus Hari Jadi Kabupaten Brebes. Di tengah berbagai tantangan kehidupan dan pembangunan daerah, kita diajak untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Memohon ampun, memohon pertolongan, dan keberkahan bagi daerah serta masyarakat Kabupaten Brebes,” ujarnya.

“Peringatan hari jadi Kabupaten Brebes ke tiga ratus empat puluh delapan (348), menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjalanan panjang daerah ini tidak terlepas dari doa, perjuangan, dan keteladanan para pendahulu khususnya para ulama dan tokoh agama. Oleh karena itu, doa para ulama malam ini kekuatan spiritual yang sangat penting dalam mengiringi langkah pembangunan daerah kita tercinta ini,” lanjutnya.

Sabtu (17/1/2026), wajah Alun-alun berganti meriah. Sejak pagi digelar Pameran UMKM/IKM dan Ekraf yang menampilkan produk lokal kebanggaan Brebes. Puluhan stan memamerkan telur asin, bawang merah, hingga kerajinan tangan khas Brebes. Siang harinya, warga disuguhi keseruan lomba makan telur asin dan kreasi olahan telur asin yang menjadikan ikon kuliner Brebes bukan sekadar makanan, tetapi juga simbol kebersamaan.

Menjelang sore, panggung hiburan mulai hidup dengan penampilan Brebes Night Creative. Malamnya, giliran Gen Z Music dan Brebes Fashion Culture 2026 yang mengambil alih panggung. Lomba fashion show Kepala OPD menjadi sorotan, memperlihatkan sisi unik birokrasi yang tampil kreatif di depan masyarakat.

“Festival hari kedua ditutup dengan Diskopedia, menghadirkan suasana malam yang penuh energi dan kreativitas anak muda,” kata Ketua Panitia Hari Jadi Kabupaten Brebes, Dani Asmoro yang juga menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes.

Minggu (18/1/2026), acara di alun-alun mencapai puncaknya. Pagi hari digelar Kirab Budaya Kabupaten Brebes, menampilkan kekayaan tradisi lokal dari berbagai kecamatan. Malam harinya, ribuan warga kembali memadati Alun-alun untuk menyaksikan Brebes Night Creative All Star, penyerahan hadiah lomba, serta closing ceremony.

Menurut Dani, panggung utama menghadirkan artis populer Niken Salindry dan Charly Vanhoutten. Tak ketinggalan, penyanyi muda asal Brebes Affifah KDI juga akan tampil memeriahkan acara.

“Kehadiran Affifah KDI akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga, sekaligus bukti bahwa talenta lokal mampu bersinar di panggung nasional,” ujarnya.

Mengusung tema “Saling Langkah untuk Brebes Beres”, perayaan tiga hari berturut-turut ini bukan sekadar pesta rakyat. Dari doa ulama, festival seni budaya, hingga lomba kreativitas, semuanya berpadu menjadi simbol kebersamaan lintas generasi.

“Alun-alun Brebes menegaskan dirinya bukan hanya ruang publik, tetapi juga panggung jati diri, kebanggaan lokal, dan semangat membangun masa depan daerah,” pungkasnya.

Pos terkait