Batu Ampar, Tanah Laut(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Ada yang lebih dalam dari sekadar membangun jalan atau memperbaiki bangunan sekolah. Di Desa Gunung Melati, Kecamatan Batu Ampar, langkah kaki para prajurit TNI kali ini tak hanya membawa alat berat, tapi juga harapan. Harapan akan hidup yang lebih layak, masa depan yang lebih pasti, dan bukti bahwa negara hadir hingga ke pelosok yang sunyi.
Selasa pagi (6/5/2025), langit Gunung Melati menjadi saksi ketika Wakil Bupati Tanah Laut, H. Muhammad Zazuli, membuka secara resmi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-124 yang digelar oleh Komando Distrik Militer 1009/TLA. Dengan semangat yang menyala, pria yang akrab disapa Haji Uli itu berdiri tegap sebagai Inspektur Upacara di UPTD SD Negeri Gunung Melati 1, menyampaikan bahwa TMMD bukan hanya proyek pembangunan fisik, tapi juga investasi sosial yang tak ternilai.
“Saya yakin kehadiran program ini akan membawa manfaat besar,” ucap Haji Uli lantang, suaranya menggema di tengah barisan prajurit dan masyarakat yang hadir.
Menurutnya, TMMD adalah representasi nyata dari sinergi yang harmonis antara TNI dan pemerintah daerah. Namun lebih dari itu, ini adalah momen penting yang memperlihatkan bagaimana kekuatan negara bisa menyatu dengan kekuatan rakyat demi cita-cita pembangunan yang merata.
“TMMD bukan hanya kerja alat berat dan semen. Ini kerja hati, kerja bersama. Karena membangun desa artinya membangun bangsa,” tegasnya.
Program TMMD Ke-124 ini dijadwalkan berlangsung hingga 4 Juni 2025. Selama sebulan penuh, berbagai kegiatan fisik dan non-fisik akan digulirkan. Salah satunya, pengerasan jalan penghubung antara tiga desa: Gunung Melati, Bluru, dan Bumi Jaya. Jalan yang selama ini hanya dilalui dengan susah payah, segera berubah menjadi urat nadi baru bagi perputaran ekonomi dan mobilitas warga.
Tak hanya itu, dalam pembukaan tersebut, Wakil Bupati bersama Kasrem 101/Antasari Kolonel Kav Soleh, unsur Forkopimda Tanah Laut, dan jajaran terkait lainnya turut melakukan penanaman pohon sebagai simbol keberlanjutan serta menyerahkan bantuan tali asih kepada masyarakat yang membutuhkan. Mereka juga meninjau langsung titik-titik pembangunan, memastikan bahwa TMMD bukan hanya janji di atas kertas.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif, menjaga dan merawat hasil-hasil pembangunan ini. Karena membangun itu tak cukup dengan fisik saja, tapi juga butuh semangat gotong royong, rasa memiliki, dan kepedulian,” tutur Haji Uli, mengingatkan bahwa pembangunan sejati adalah yang berakar dalam kesadaran kolektif warga.
Dalam senyap desa yang kini mulai ramai oleh langkah pembangunan, TMMD hadir sebagai bukti: bahwa pembangunan bukan soal siapa yang kuat, tapi siapa yang peduli. Bukan soal cepat atau lambat, tapi soal keberanian untuk menyentuh mereka yang sering terlupakan.
TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur. Ia menghidupkan harapan.
Karena di ujung jalan yang dibuka itu, ada kehidupan yang menanti untuk tumbuh. (suarapancasila.id – foto: Istimewa)