Uji Kompetensi Tari Ngremo Sanggar Denendar di Dukung DKKM dan Disparbud Kabupaten Malang.

KABUPATEN MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID-Sanggar Tari Denendar menggelar uji kompetensi tari ngeremo bertajuk “Bersama Generasi Muda Menuju Masa Depan Berpengalaman”, bertempat di Pendopo Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Minggu (06/07/2025).

Kegiatan ini diikuti sekitar 64 peserta, mulai dari kelompok usia paud hingga jenjang lebih tinggi yakni Universitas. Berikut menghadirkan para juri berkompeten di bidang seni tari.

Menariknya uji kompetensi yang memang di gelar rutin setiap semester ini, mendapat dukungan penuh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang.

Bacaan Lainnya

Ketua Sanggar Tari Denendar Endra Zulaifah menjelaskan maksud dan tujuan diadakannya uji kompetensi.

“Ini ajang bagi para penari untuk menunjukkan kemampuan dan hasil belajar mereka dalam tari Remo. Selain itu, menjadi bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan seni tari tradisional, khususnya Tari Remo,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan pentingnya uji kompetensi dilakukan.

“Kita ingin memberikan kesempatan bagi para penari untuk mengevaluasi kemampuan mereka setelah berlatih,” lanjutnya.

Disamping itu, menjadi motivasi bagi para penari untuk terus meningkatkan kemampuan mereka.

“Sembari memotivasi, Kita berkomitmen mempromosikan seni tari tradisional, khususnya Tari Remo, kepada masyarakat luas. Disisi lain, berperan dalam melestarikan dan mengembangkan seni tari tradisional,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, puncak uji kompetensi nantinya di tanggal (12/07), Rencana diikuti 67 peserta terbagi dari 17 grup. Kemungkinan di buka tari Ngremo Jula-Juli.

Sanggar tari adalah lembaga non-pendidikan yang berperan penting dalam melestarikan dan mengembangkan seni tari. Sanggar tari juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk belajar dan mengembangkan bakat di bidang seni tari.

Untuk kategori penilaian, Menurut salah satu penguji dalam hal ini, Tri Boto Wibisono mengatakan ada 3 hal yang diperhatikan.

“Disini peserta harus dapat mengikuti irama dengan baik. Merasakan secara keseluruhannya sehingga menjadi kesatuan yang sempurna. Baik itu teknik gerakan, ekspresi dan sebagainya,” jelasnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM) Ki Suroso menyambut baik langkah yang diambil Sanggar Denendar.

“Ini langkah yang sangat baik, karena setiap sanggar harus ada nama nya uji kompetensi. Uji sendiri hasil dari anak-anak latihan itu, ada target kayak ujian anak sekolah 1 semester atau tari itu harus diujikan,” kata Ki Suroso yang juga di dapuk jadi salah satu juri di Uji Kompetensi kali ini.

Diujikan berati ada penilaian tidak dari pelatihnya, melainkan dari orang lain sebagai anak sesuai dengan kemampuan menghayati, menghafalkan tari.

“Jadi uji kompetensi tidak hanya harus dilakukan oleh Sanggar Denendar saja. Tapi juga sanggar yang ada di Kabupaten Maang wajib mengadakan kegiatan serupa,” pungkas Ki Suroso yang baru didapuk jadi Ketua Presidum Dewan Kesenian Jawa Timur ini.

 

Pewarta : Doni Kurniawan

Editor : Denny W

Pos terkait

Settia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *