Antisipasi Banjir, Bupati Rejang Lebong Ajak Sispala SMA/SMK Hijaukan DAS Kritis

REJANG LEBONG (BENGKULU), SUARAPANCASILA.ID – Bupati Rejang Lebong H.M. Fikri Thobari, S.E., M.A.P.mengajak seluruh SMA dan SMK di Kabupaten Rejang Lebong untuk membentuk sertamengaktifkan kembali Kelompok Siswa Pecinta Alam (Sispala). Langkah ini bertujuan mendukung gerakan penghijauan melalui penanaman pohon di kawasan Daerah Aliran Sungai(DAS) kritis sebagai upaya antisipasi bencana banjir jangka panjang.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati dalam rapat koordinasi gerakan penanaman pohon yangdigelar di ruang rapat Bupati Rejang Lebong, Selasa (6/1/2026) pukul 09.00 WIB. Rapat dihadiriKepala Dinas Pertanian dan Perikanan Suradi, S.P., M.Si., Plt. Kepala Bappeda Afreda RotuaPurba, S.Hut., M.Ling., Kabag Ekonomi Setdakab Apt. Sofan Wahyudi, S.H., M.Si., Sekdis DLH IdaLaila, Kepala Cabang Dinas Dikbud Wilayah II Curup Reni Merfiani, S.E., M.A.K., para kepalaSMA/SMK, serta penggiat pelestarian alam Ruli Sumanda dan Fauzan Afghani.

Dalam arahannya, Bupati menjelaskan bahwa gerakan penanaman pohon di lahan DAS kritismerupakan inisiatif yang digagas Gubernur dan telah dilaunching secara serentak pada 30Desember 2025. Di Kabupaten Rejang Lebong, kegiatan tersebut telah dilaksanakan di DesaKayu Manis dan Desa Cawang Lama dengan melibatkan Forkopimda, mahasiswa IAIN,komunitas pecinta alam, serta masyarakat, dan berhasil menanam sebanyak 500 pohon.

Bacaan Lainnya

Bupati menegaskan, untuk mengantisipasi banjir dan longsor secara berkelanjutan dibutuhkan gerakan bersama yang melibatkan banyak pihak, termasuk pelajar melalui Sispala. MelaluiSispala, siswa diharapkan berperan aktif dalam kegiatan konservasi lingkungan, kemahbersama, serta penanaman pohon di wilayah DAS kritis yang mayoritas berada di kawasanLembak. Dampak kerusakan DAS selama ini diketahui memicu banjir, salah satunya di DesaLubuk Belimbing II yang sempat menimbulkan korban jiwa. Penanaman pohon diharapkanmemberi manfaat dalam kurun 15–20 tahun ke depan untuk menahan banjir dan longsor.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Suradi, S.P., M.Si. menyampaikan kesiapan pihaknya mendukung gerakan tersebut dengan menyiapkan 5.000 bibit pohon, terdiridari durian, petai, bambang lanang, dan kayu bawang. Bibit tersebut akan disalurkan untukkegiatan penghijauan di DAS, lahan kritis, dan lokasi eks tambang.

Penggiat lingkungan Ruli Sumanda menyatakan kesiapan untuk melakukan pembinaan SispalaSMA/SMK, termasuk pelatihan dasar SAR, konservasi, serta olahraga petualangan seperti arungjeram dan panjat tebing, guna mencetak kader konservasi, SAR, dan pemandu wisata di RejangLebong.

Kepala Cabang Dinas Dikbud Wilayah II Curup Reni Merfiani, S.E., M.A.K. menyatakan dukunganpenuh terhadap program penghijauan yang digulirkan pemerintah provinsi dan kabupaten.Penjadwalan kegiatan akan segera disusun agar pelaksanaan penanaman pohon dapatdilakukan dalam waktu dekat.

Melalui sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif pelajar, Pemerintah Kabupaten RejangLebong berharap upaya penghijauan DAS kritis dapat berjalan berkelanjutan demi menjagalingkungan dan mengurangi risiko bencana banjir di masa mendatang.(mcrl/rahman/dero/bisma)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *