Apresiasi Sistem TPS3R Cemagi, Pemred Nusantara Murni Media Tinjau Pengolahan 17,1 Ton Sampah

CEMAGI,SUARAPANCASILA. id-Pemimpin Redaksi Nusantara Murni Media, Mujiardi Santoso, C.BJ.,C.EJ.,C.In, pada hari Selasa, 13 Oktober 2026 siang, melakukan kunjungan kerja dan liputan langsung ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Sarwa Metu Wangi, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

Kunjungan tersebut disambut baik oleh Ketua TPS3R Sarwa Metu Wangi beserta jajaran pengelola. Dalam suasana penuh keakraban di area hangar pengolahan, Ketua TPS3R menjelaskan secara detail alur proses pengelolaan sampah yang telah menjadi percontohan di Desa Cemagi.

Ketua TPS3R memaparkan bahwa TPS3R Sarwa Metu Wangi mengelola sampah dengan sistem hangar yang terstruktur untuk memaksimalkan nilai guna dan meminimalkan residu:

Bacaan Lainnya

Hangar 1: Area pemilahan daur ulang dan pencacahan organik. Di hangar ini, sampah anorganik yang masih bernilai dipisahkan dan sampah organik dicacah untuk bahan baku kompos.

Hangar 2: Area khusus pengolahan kelapa muda (degan) yang sangat melimpah di Bali, serta area pemilahan awal sebelum sampah masuk ke mesin gibrik. Seperti terlihat di foto, tumpukan sabut kelapa dikelola agar tidak menjadi limbah.

Hangar 3 dan 4: Merupakan jantung operasional, yaitu area pemilahan di konveyor gibrik, pemrosesan sampah menggunakan mesin gibrik, dan pembakaran sampah residu yang tidak dapat diolah lagi di mesin insinerator.

“Sistem kami buat berlapis agar tidak ada sampah yang terbuang sia-sia. Yang bisa jadi pakan, jadi pakan. Yang bisa jadi kompos, jadi kompos. Yang bisa didaur ulang, kita kirim ke industri. Sisanya baru kita insinerator,” jelas Ketua TPS3R saat diwawancarai di Hangar 2.

Data Fakta: Kelola 17,1 Ton Sampah Per Hari

Berdasarkan Data Pengelolaan Sampah Bulan September 2026 yang diterima redaksi, TPS3R Sarwa Metu Wangi mencatat kinerja luar biasa:

Total sampah masuk TPST: 17.100 kg/hari

Rinciannya:

– Bahan baku pakan ternak (sisa makanan): 10 kg/hari

– Bahan baku kompos: 3.310 kg/hari (Sisa makanan 10 kg, Kelapa muda 900 kg, Kayu ranting daun 2.400 kg)

– Pengolahan Insinerator (Residu): 6.700 kg/hari

– Bahan baku daur ulang ke industri: ±743,3 kg/hari (Terdiri dari Plastik keras 153 kg, Plastik fleksibel 0,4 kg, Kertas/Kardus 195,6 kg, Logam 51,9 kg, Kaca 342,8 kg)

Sementara residu akhir yang benar-benar tidak dapat diolah dan harus dibuang ke TPA Suwung tercatat sangat minimal, didominasi pipet plastik, styrofoam, dan kantong plastik.

Pemred Nusantara Murni Media, Mujiardi Santoso, mengapresiasi transparansi dan sistem kerja TPS3R Sarwa Metu Wangi.

“Ini adalah contoh nyata Harmoni Nusantara. Dari sampah, mereka ciptakan nilai ekonomi, lapangan kerja, dan lingkungan bersih. Model TPS3R Cemagi ini sangat layak direplikasi oleh desa-desa lain di Bali dan di bawah naungan Yayasan Harmoni Nusantara Indonesia akan kami support pemberitaannya,” ujar Mujiardi Santoso.

Kunjungan diakhiri dengan diskusi rencana kerjasama publikasi dan edukasi pengelolaan sampah berbasis desa adat.Nusantara Murni .

AR81

suarapancasilaid'

Pos terkait