BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Bencana hidrometeorologi menerjang wilayah selatan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (8/11/2025) sore hingga malam. Banjir bandang, puting beliung, dan longsor terjadi serentak di Kecamatan Bumiayu, Sirampog, dan Paguyangan. Tiga warga dilaporkan tewas, ribuan pelanggan PDAM Tirta Baribis terancam krisis air bersih, dan sejumlah akses jalan sempat lumpuh total.
Korban pertama, Haikal Alfi (27), warga Desa Kalierang, tersengat listrik dan hanyut terbawa arus banjir. Jenazahnya ditemukan Sabtu malam pukul 21.00 WIB.
Korban kedua, Suswoyo (26), warga Dukuh Igirmanis, Desa Igirklanceng, ditemukan Minggu pagi di pinggir sungai setelah dilaporkan hilang saat berkebun.
Korban ketiga, Joni Aryanto (32), warga Desa Dawuhan, ditemukan meninggal dunia di aliran Kali Keruh, Desa Sigedong, Kabupaten Tegal, Minggu pagi pukul 08.15 WIB.
“Korban bertambah jadi tiga. Semua sudah ditemukan meninggal dunia,” ujar Plt Kalaksa BPBD Brebes, Bowo Budi Santoso, Sabtu malam.
Sungai Meluap, Mobil Terseret, Rumah Rusak
Banjir bandang dipicu hujan deras sejak pukul 15.00 WIB. Sungai Kalierang dan Sungai Keruh meluap cepat, merendam permukiman warga, jalan kabupaten, hingga jalan nasional.
“Di Blok Kalierang Pendawa, ketinggian air mencapai 1,2 meter. Warga tak sempat menyelamatkan barang-barangnya,” kata Sekdes Kalierang, Supriyanto, Minggu (9/11).
Satu mobil warga terseret arus ke jalan utama. Tiga rumah rusak berat. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polsek Bumiayu turun ke lokasi untuk evakuasi dan pengamanan.
“Jalan nasional sempat kami tutup dan alihkan ke jalan lingkar demi keselamatan pengendara,” ujar Kapolsek Bumiayu, AKP Edi Mardiyanto.
Puting Beliung Rusak Rumah, Longsor Tutup Jalan
Di Sirampog, angin kencang merusak 12 rumah di Desa Dawuhan. Pohon tumbang menutup akses Jembatan Plompong. Banjir juga melanda Desa Igirklanceng, Benda, Plompong, Penggarutan, Dukuhturi, Langkap, dan Adisana.
Di Paguyangan, longsor menutup jalan penghubung Dukuh Cirumnyang dan Dukuh Sijampang, Desa Ragatunjung. Material berupa batu besar dan tanah menutupi badan jalan di tanjakan jalur Genting.
Minggu pagi, warga Cirumnyang bergotong royong membersihkan longsoran dengan alat seadanya.
Ribuan Warga Terancam Krisis Air Bersih
Fasilitas vital PDAM Tirta Baribis Unit Bumiayu rusak parah. Dua sumber air utama, Podol dan Bulaken, serta Sumber Uleng terdampak. Pipa sepanjang 400 meter dari bahan PVC dan HDPE rusak akibat hantaman material banjir dari arah perbukitan.
“Medan berat dan longsoran menghambat proses perbaikan. Tim teknis masih inventarisasi kerusakan,” ujar Kepala PDAM Unit Bumiayu, H. Muflikhin, ST.
Akibatnya, sekitar 7.500 pelanggan di wilayah Bumiayu terancam tak mendapat pasokan air bersih. PDAM mengimbau warga memanfaatkan sumur dan air hujan sementara waktu.
“Kami akan berupaya maksimal agar suplai air segera pulih,” tambah Muflikhin.
BPBD Siaga, Bantuan Darurat Disalurkan
BPBD Brebes terus memantau lapangan, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan relawan, serta mencatat kerusakan rumah dan fasilitas umum. Perahu karet dan alat berat disiagakan untuk evakuasi jika banjir kembali memburuk.
Pemerintah desa mulai mendata kerugian dan menyalurkan bantuan darurat ke warga terdampak.










