Bantuan Bedah Rumah di Kampung Kuya Diduga Tidak Tepat Sasaran, Jadi Sorotan Warga

KABUPATEN TANGERANG (BANTEN) SUARAPANCASILA.ID – Program bantuan bedah rumah di Kampung Kuya RT 05 RW 03, Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan warga. Program tersebut diduga tidak tepat sasaran karena penerima bantuan disebut sebagai warga yang dinilai berkecukupan secara ekonomi. Senin (21/7/2026).

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, penerima bantuan bedah rumah diduga bukan termasuk kategori masyarakat yang membutuhkan.

“Program bantuan bedah rumah tersebut diduga tidak tepat sasaran karena penerima manfaatnya dinilai merupakan orang yang mampu. Yang bersangkutan disebut memiliki usaha penggilingan padi dan kendaraan pribadi,” ujar warga tersebut.

Bacaan Lainnya

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim kontrol sosial Media Center Jayanti melakukan penelusuran ke lokasi untuk memperoleh data dan informasi lebih lanjut.

Berdasarkan hasil penelusuran, pekerjaan bedah rumah tersebut telah berlangsung sekitar tujuh hari. Warga menyebut penerima manfaat adalah H. Wading yang diketahui memiliki usaha penggilingan padi, sementara pelaksanaan pekerjaan disebut dikoordinasikan oleh seorang perempuan bernama Rateh.

Awak media kemudian mendatangi kediaman Rateh untuk melakukan konfirmasi. Namun, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Suaminya yang ditemui di lokasi mengarahkan awak media untuk menghubungi koordinator kecamatan (Korcam) bernama Yatno.

Konfirmasi juga disampaikan kepada Yatno melalui pesan WhatsApp. Awak media meminta penjelasan mengenai asal-usul program bedah rumah tersebut serta mekanisme penetapan penerima manfaat, mengingat adanya laporan warga yang mempertanyakan ketepatan sasaran bantuan. Hingga berita ini diterbitkan, pesan tersebut belum mendapat tanggapan.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pangkat, Edi Hartono, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan pihak pemerintah desa tidak mengetahui secara pasti asal program tersebut karena tidak ada koordinasi dengan pemerintah desa.

“Saya tidak mengetahui program itu berasal dari mana karena tidak ada koordinasi dengan pihak pemerintah desa. Yang saya ketahui, di Kampung Kuya RT 04 RW 03 masih banyak rumah tidak layak huni yang sudah diajukan untuk mendapatkan bantuan sejak tahun lalu, namun hingga kini belum terealisasi,” jelas Edi Hartono.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara program maupun instansi terkait mengenai dugaan ketidaktepatan sasaran penerima bantuan bedah rumah tersebut.

suarapancasilaid'

Pos terkait