Jadi Satu-Satunya Peserta Perempuan, Sri Mulyana Tembus Babak Lanjutan Mini Turnamen Orado Kota Malang.

KOTA MALANG, SUARAPANCASILA,ID-Olahraga domino mulai menunjukkan wajah baru di Kota Malang. Bukan sekadar permainan rekreatif, domino kini semakin mendapat tempat sebagai olahraga yang terbuka bagi semua kalangan, termasuk perempuan.

Hal tersebut terlihat dalam Gathering & Mini Turnamen ORADO Kota Malang #2 yang digelar di Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (2/9/2026). Di tengah dominasi peserta laki-laki, Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Sri Mulyana, tampil sebagai satu-satunya peserta perempuan dalam mini turnamen tersebut.

Keikutsertaan Sri Mulyana bukan sekadar untuk meramaikan pertandingan. Ia membawa misi untuk mengenalkan olahraga domino kepada kaum perempuan sekaligus menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki ruang dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam olahraga yang selama ini lebih banyak identik dengan kaum laki-laki.

Bacaan Lainnya

“Saya ingin memberikan edukasi kepada kaum perempuan bahwa domino ini bukan hanya permainan untuk laki-laki. Perempuan juga bisa ikut bermain, belajar strateginya dan berprestasi,” ujar Sri Mulyana.

Ia mengaku cukup aktif berlatih domino. Selain berlatih di kediamannya, Sri juga mengikuti agenda rutin bermain domino bersama rekan-rekannya di lingkungan Kantor Golkar Kota Malang.

Menurutnya, semakin sering bermain dan memahami aturan, permainan domino justru memiliki sisi edukatif. Pemain dituntut berpikir, membaca situasi, menyusun strategi dan mengambil keputusan dengan cepat.

“Kalau kita bermain domino, ada strategi, ada konsentrasi dan bagaimana membaca permainan. Jadi ini bukan sekadar duduk dan bermain, tetapi ada olahraga otak dan ketangkasan di dalamnya,” jelasnya.

Pengalaman tersebut kemudian ia bawa ke tengah masyarakat. Sebagai wakil rakyat dari Dapil Kedungkandang, Sri Mulyana mengaku telah mengenalkan permainan domino kepada sejumlah konstituennya.

Baginya, pengenalan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman bahwa domino yang dimainkan dalam wadah ORADO memiliki aturan serta sistem pertandingan yang jelas.

“Saya juga sudah mengenalkan domino kepada konstituen saya di Kedungkandang. Harapannya masyarakat semakin memahami bahwa sekarang domino sudah berkembang menjadi olahraga yang memiliki aturan dan pembinaan,” katanya.

Menariknya, keikutsertaan Sri Mulyana tidak berhenti pada seremoni. Ia benar-benar turun ke meja pertandingan dan menghadapi peserta lainnya dalam Mini Turnamen ORADO Kota Malang #2.

Suasana pertandingan berlangsung cukup serius. Para peserta tampak berkonsentrasi di meja masing-masing. Kartu domino dibagikan, kemudian pemain mulai membaca susunan kartu dan memperhitungkan langkah yang akan diambil.

Di tengah atmosfer kompetitif tersebut, Sri Mulyana mampu menunjukkan kemampuannya. Ia berhasil melewati fase penyisihan dan melenggang ke babak berikutnya.

Meski akhirnya belum berhasil melaju hingga partai final, pencapaian tersebut menjadi pengalaman tersendiri sekaligus pesan bahwa keterlibatan perempuan dalam olahraga domino bukan sesuatu yang mustahil.

Bagi Sri, hasil pertandingan bukan menjadi tujuan utama. Yang lebih penting adalah membuka ruang partisipasi bagi perempuan dan memberikan contoh secara langsung bahwa olahraga domino dapat dimainkan secara sportif, terukur dan menyenangkan.

Ia pun melihat kegiatan ORADO Kota Malang #2 memiliki suasana yang berbeda. Di satu sisi para peserta serius mengikuti pertandingan, namun di sisi lain suasana silaturahmi tetap terasa.

“Suasananya menyenangkan. Ada seriusnya karena pertandingan, tetapi tetap terasa kekeluargaannya. Kita bisa berkenalan, belajar aturan dan sekaligus bermain bersama,” tuturnya.

Dukungan terhadap perkembangan olahraga domino juga tidak berhenti pada kegiatan ORADO Kota Malang #2.

Sri Mulyana mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat DPD Partai Golkar Kota Malang berencana menggelar turnamen ORADO secara internal yang melibatkan pengurus, kader maupun anggota.

Turnamen internal tersebut diharapkan dapat menjadi wadah untuk semakin mengenalkan olahraga domino sekaligus menjaring anggota yang memiliki ketertarikan dan kemampuan dalam permainan tersebut.

“Di Golkar Kota Malang sendiri rencananya akan ada turnamen internal. Pengurus, kader dan anggota akan dilibatkan. Ini juga menjadi bagian dari upaya kita mengenalkan olahraga domino secara lebih luas,” ujarnya.

Menurut Sri, semakin banyak ruang pertandingan dan latihan, maka semakin besar pula peluang munculnya pemain-pemain baru, termasuk dari kalangan perempuan.

Ia berharap ke depan keterlibatan perempuan tidak hanya sebatas sebagai penonton atau pendukung kegiatan, tetapi benar-benar menjadi pemain, atlet bahkan bisa berkembang menjadi bagian dari ekosistem ORADO.

“Jangan sampai perempuan hanya melihat. Saya berharap perempuan juga berani ikut bermain, berlatih dan kalau memang punya kemampuan bisa menjadi atlet domino,” tegasnya.

Gathering & Mini Turnamen ORADO Kota Malang #2 sendiri mengusung tema “Ajang Silaturahmi, Edukasi Aturan, & Pembekalan.”

Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pertandingan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai aturan permainan, pembekalan wasit, simulasi pertandingan serta informasi mengenai agenda turnamen ORADO.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wali Kota Malang Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, M.M., Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S., Wakil Ketua DPRD Kota Malang Rimzah, S.IP., serta KH. A. Achmad Toha Mahfudz atau Gus Toha.Keempat tokoh tersebut bahkan sempat duduk bersama dan memainkan domino. Momen itu membuat suasana gedung DPRD yang biasanya identik dengan aktivitas pemerintahan menjadi lebih cair.

Di sejumlah meja, para peserta terlihat serius menyusun strategi. Tatapan tertuju pada kartu masing-masing, sementara sesekali terdengar percakapan dan respons spontan ketika sebuah kartu dimainkan.

Namun, suasana kompetitif tersebut tetap dibalut dengan keakraban. Para peserta tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman, memperluas jaringan dan memahami permainan domino sesuai aturan ORADO.

Ia berharap domino semakin dikenal sebagai olahraga yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang sekaligus memberikan ruang yang sama bagi laki-laki maupun perempuan.

“Yang terpenting adalah bagaimana olahraga ini bisa berkembang. Perempuan juga harus diberikan kesempatan yang sama. Dari permainan, kita bisa belajar strategi, disiplin, sportivitas dan kebersamaan,” pungkasnya.

suarapancasilaid'

Pos terkait