Bunda Literasi Banyuasin Hadiri Festival Literasi Sumsel, Dorong Generasi Berbudaya dan Melek Teknologi

BANYUASIN, SUARA PANCASILA.ID – Bunda Literasi Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani Putri, menghadiri Festival Literasi Sumatera Selatan (Sumsel) dengan tema “Literasi Mengakar, Peradaban Sumsel Bersinar” yang digelar di Ballroom The Sultan Convention Center, Sabtu (5/9/2026).

Festival Literasi ini menjadi wadah bagi masyarakat dan mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat kearifan lokal melalui budaya membaca dan literasi.

Bunda Literasi Banyuasin, Nabila Askolani Putri bersama Kepala DKP, Plt. Sekdis Kominfo-SP, dan Pengurus PKK mengapresiasi pelaksanaan Festival Literasi Sumsel yang dinilainya menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya membaca sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.

Bacaan Lainnya

“Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi bagaimana kita mampu membuka wawasan, meningkatkan kreativitas dan pengetahuan, serta menerapkannya dalam kehidupan. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, kita ingin generasi muda Banyuasin dan Sumsel mampu menjadi generasi yang maju dan berdaya saing, tetapi tetap mengenal dan mencintai akar budaya daerah,” ujar Nabila.

Menurutnya, kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumsel kepada masyarakat yang lebih luas.

Duta Literasi Sumsel juga menegaskan bahwa pembangunan peradaban dimulai dari manusia yang mau belajar dan membaca berbagai pengetahuan. Namun, kemajuan literasi harus tetap berakar pada identitas daerah dengan menjaga bahasa, budaya dan tradisi Sumsel.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional RI, Dr. Adin Bondar Pasaribu, S.Sos., M.Si., mengatakan perpustakaan hadir untuk meningkatkan martabat bangsa sekaligus mendukung revitalisasi bahasa dan penguatan standar perpustakaan.

” Pemerintah pusat juga terus memberikan dukungan terhadap pengembangan perpustakaan di Sumsel, baik melalui pembangunan fisik maupun program nonfisik”, ujarnya.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengapresiasi peran para duta, bunda dan bapak literasi yang telah berkontribusi dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Menurutnya, para penggerak literasi harus menjadi teladan dan mampu mengajak masyarakat menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Sumsel meraih Penghargaan Financial Literacy Award (FLA) 2026 dari OJK dan Peringkat ke-3 Nasional Gemar Membaca

Melalui Festival Literasi ini, diharapkan lahir generasi Sumsel yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kemajuan global, namun tetap kuat memegang akar budaya, bahasa, adat dan tradisi daerah.

suarapancasilaid'

Pos terkait