BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengapresiasi kepedulian Rumah Sakit (RS) Dera As-Syifa Banjarharjo terhadap kesehatan ibu dan anak melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Apresiasi itu disampaikan Paramitha saat menghadiri kegiatan CSR Bakti Sosial Ibu Hamil dalam rangka Milad ke-18 RS Dera As-Syifa, Kamis (3/9/2026). Kegiatan itu diikuti 200 ibu hamil dari delapan wilayah puskesmas.
Menurut Paramitha, perhatian terhadap ibu hamil memiliki arti penting karena kesehatan ibu dan bayi menjadi salah satu fondasi dalam menyiapkan generasi masa depan Brebes.
“Hari ini kita dapat berkumpul dalam kegiatan yang penuh kepedulian dan manfaat. Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada RS Dera As-Syifa yang telah menyelenggarakan CSR bakti sosial pemeriksaan dan edukasi kesehatan bagi ibu hamil,” ucap Paramitha.
Dalam kegiatan itu, para ibu hamil tidak hanya menerima bingkisan bantuan sosial. Mereka juga mendapatkan pemeriksaan serta edukasi kesehatan dari tenaga medis RS Dera As-Syifa.
Paramitha meminta para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan selama masa kehamilan.
“Periksakan kesehatan secara rutin, ikuti edukasi yang diberikan, dan jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ada keluhan selama kehamilan,” tegasnya.
Perkuat kolaborasi kesehatan ibu dan anak
Paramitha mengatakan, Pemerintah Kabupaten Brebes terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak. Namun, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memastikan kesehatan ibu dan bayi.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah daerah, rumah sakit, puskesmas, tenaga kesehatan, dunia usaha, keluarga, dan masyarakat diperlukan agar upaya peningkatan kesehatan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ia juga menilai keterlibatan dunia usaha melalui program CSR dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan dan edukasi kesehatan masyarakat.
“Kepedulian dari dunia usaha melalui program CSR sangat berarti ketika hadir langsung menjawab kebutuhan masyarakat,” tandas Paramitha.
RS Dera As-Syifa: bukan sekadar bantuan sosial
Direktur RS Dera As-Syifa, dr Sari Putri Utami, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Menurut Sari, kesehatan ibu dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Masa kehamilan, kata dia, membutuhkan pendampingan dan pengetahuan yang memadai agar ibu dapat menjalani kehamilan serta mempersiapkan persalinan dengan baik.
“Kegiatan CSR Bakti Sosial Ibu Hamil ini merupakan bentuk komitmen RS Dera As-Syifa untuk hadir dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Bagi kami, kesehatan ibu dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Sari menjelaskan, kegiatan Milad ke-18 tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan. Edukasi juga diberikan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, pola hidup sehat, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, hingga persiapan persalinan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, para ibu hamil tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kegiatan ini, lanjutnya, sekaligus memperkuat sinergi RS Dera As-Syifa dengan Pemerintah Kabupaten Brebes, jajaran kecamatan, puskesmas, TNI dan Polri, serta berbagai unsur terkait.
Melalui semangat “Hadir untuk Melayani, Peduli untuk Berbagi”, Milad ke-18 RS Dera As-Syifa diarahkan tidak sekadar menjadi perayaan perjalanan rumah sakit, tetapi juga momentum memperluas kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Program itu juga diharapkan dapat mendukung upaya bersama dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi sejak masa kehamilan sekaligus mempersiapkan generasi Brebes yang sehat.










